Kode, Porting, Abadi: Kisah Doom yang Bisa Dijalankan di Layar Manapun

Game Doom yang terkenal sebagai game tembak-tembakan orang pertama sudah bertahan sangat lama. Sejak dirilis pada tahun 1993, game ini selalu menjadi bagian dari budaya teknologi. Gambar khasnya, yaitu view tangan yang memegang senjata di tengah layar dan menembak monster-monster kotak, menjadi ikonik di dunia game. Walaupun kamu belum pernah memainkannya, pasti kamu pernah melihatnya. Kenapa Doom bisa begitu terkenal? Bukan cuma karena nostalgia, meski itu juga faktor. Salah satu alasannya adalah, Doom bisa dimainkan di hampir semua perangkat elektronik.

Hal ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak awal, Doom selalu di-port ke banyak tempat. Pertama kali dibuat oleh id Software di komputer NeXTcube, lalu dirilis untuk PC IBM dengan sistem MS-DOS. Tidak sampai dua tahun setelah peluncurannya, Doom sudah di-port ke OS/2, IRIX, Solaris, MacOS, Linux, dan Windows. Selanjutnya, game ini juga di-port ke banyak konsol seperti Super Nintendo, Sega Saturn, PlayStation, Xbox 360, dan PlayStation 3. Tradisi ini terus berlanjut hingga sekarang. Kamu masih bisa membeli Doom untuk Xbox Series X, PlayStation 5, PC, dan Nintendo Switch. Ini cukup mengesankan. Ada puluhan port resmi selama puluhan tahun, yang membantu Doom tetap hidup. Gamer muda masih bisa merasakan game ini tanpa perlu repot mencari perangkat keras dari masa lalu.

Namun, port tidak resmi lah yang mulai aneh. Doom menjadi semacam meme, karena para modder suka menantang diri sendiri untuk membuat Doom berjalan di perangkat apa pun yang memiliki layar—atau yang mirip layar. Di konferensi Google I/O tahun ini, para insinyur Google menunjukkan sebuah sistem operasi yang mereka buat sepenuhnya dengan kecerdasan buatan Gemini, dengan menjalankan Doom di dalamnya. Ternyata, itu bagian dari tradisi yang sudah berlangsung lama.

MEMBACA  Kisah Tidur yang Menggoda: Menjelajahi Segitiga Asmara tanpa Kepala di Sleepy Hollow

Lalu, bagaimana meme ini dimulai? Awalnya semuanya biasa saja. Port pertama yang mengejutkan adalah untuk SNES. Saat itu, jelas sudah sulit untuk menjalankan Doom di konsol itu, karena perangkat kerasnya kurang kuat. Akhirnya, Scuptured Software bekerja sama dengan sejumlah pihak mempercayakan developer Randy Linden untuk menchanlenge kodenya game ini. Yang kemudian membutuhkan chip khusus, yakni SuperFX chip yang menempel pada kaset game untuk memproses grafis 3D ternik sangat terbatas. Saat melakukanya Linden contoh menulis alat-peralat yang dibutuhkan.

Hingga akhirnya Port software memory Dooml berminsuper, meskipun mengalami berbagai cut, tetap hadir. Inilah awal dari… semangat para modder teruslahia dikondifg at mentalsport sehard halu ‘dif

Lambat memangwnting— Suana jaman berbedaan’, teapil tetap kurnja kelanut engikuti Para

Tinggalkan komentar