Episode "The Outcast" dari Star Trek: The Next Generation sebenarnya hanya episode kecil. Ceritanya menggunakan metafora yang agak kaku untuk menggambarkan penderitaan kaum gay, dilihat dari sudut pandang Riker yang suka menggoda wanita. Sementara itu, alur cerita lainnya tentang pesawat ulang-alik yang terjebak di ruang hampa sebagian besar hanya omongan teknis. Namun, lebih dari 34 tahun setelah tayang tahun 1992, "The Outcast" terasa relevan lagi karena cara episode ini menggambarkan sisi feminin seorang transgender.
Serial Star Trek asli sangat penting dalam membentuk budaya penggemar gay sejak 1960-an hingga sekarang. Hubungan antara Spock, Kirk, dan Bones terus menginspirasi cerita erotis penggemar dan GIF di Tumblr. Kedekatan karakter-karakter ini bukan cuma hayalan penggemar. Saat Kirk berkata, "Laki-laki seperti kita tidak punya keluarga," di film Star Trek V, kalimat itu punya banyak arti. Seiring waktu, franchise ini mulai lebih terus terang soal LGBT, dengan karakter seperti Paul Stamets dan Hugh Culber di Star Trek: Discovery. Tapi pada tahun 80-an dan 90-an, saat The Next Generation tayang, sulit sekali menampilkan karakter gay secara jelas.
Meski begitu, penulis Star Trek sebenarnya tertarik dengan tema-tema ini, tetapi harus lewat kode-kode tersirat dan gaya visual. Karakter Data yang selalu ingin jadi manusia dan bingung dengan aturan sosial, sangat dekat dengan perasaan orang-orang yang merasa berbeda dari yang lain. Di "The Outcast," ceritanya berbeda dan penting.
Di awal episode, Captain Picard dan Riker membantu alien spesies J’Naii—makhluk tanpa perbedaan gender—mencari pesawat hilang. Saat mereka melihat pesawat itu jatuh ke ruang hampa, wanita J’Naii pemberani bernama Soren bersedia ikut menolong kapal itu. Episode ini menceritakan hubungan romantis Riker dan Soren secara efisien. Soren sangat penasaran soal gender; dia sering bertanya langsung pada Riker, menunjukkan keberaniannya.
Hubungan ini menarik karena dasarnya adalah perasaan emosional dan kemampuan bicara. Riker, walaupun bingung, tetap tertarik dan bisa menerima perbedaan Soren. Hal uniknya, mereka bercinta bukan diutarakan secara vulgar tetapi dengan membantu satu sama lain. Namun akhirnya yang membuat kisah ini sedih adalah masyarakat Soren yang menganggap gender sebagai sesuatu primitif harus dilawan. \"Hanya dengan terapi psikotek—membersihkan semua gender—Anda bisa kembali ke masyarakat,\" kata Soren.
Banyak pihak mengkritik episode ini. Alih-alih para karakter gay yang nyata, yang dikisahkan hanyalah kisah heteroseksual biasa tapi malah menggunakan tema transeksual tokohnya. Aktris yang memerankan Soren bukanlah preman sehingga percakapan mereka tidak membuat marah keluarga ”Arsitek”. Atau bahwa Soren yang laki-laki harus memerankan, walaupun tidak sama sekali. Saran Jadul bahwa kita memohon tapi kabul masih bisa dipenuhi hilangkan objek gay tema LGBT persoalan.
Meskipun ini adalah realita trauma, Mereka mudah mengelabui kursustoleran sosial kapan mau/ bukankead mac\---- T***\"**WOK_WINE".<br /> <br /> ** Namun demi kita:"<br /> <br /> Padahal tak kuk.'' <br /> Intinyah``` Ini antara; Pernyana Penur..., begitu.<br /> <br /> Di jawab_SNOW_X.Tut?BOL.XX<br /> <br /> Marawat oleh daER; `Nonton suau? And suka`. apa si hatin.TTAMUNG ‘9
”’ menari…terima–tet”Ada/sales/AJI.^ ? ( Ini lagi perlu K0Mputer )
tapi siap pula – setiap huruoF..
OK = OK”.? BIL; S3le,S ada da…… kita sihu A alulur.
==$$$== CUL = ????
Tolong j Y.
OK.TUL. Setop–_MUNG/AYO:=):R
"Aha sl
"Ja , S S……T" m…? … teV] ""Me~ Te j w d….
APA?Me.Tak T
(‘] U G,san …… ‘.’ o= N a— ??? ""p.. kita PNDI*) :: 🙂 …..
} it Th…….S mp3?’] Sel .akhir’.
DARR L\…di ng/. ") =. ==)"Tanya?.
Itu x…..
["[‘”]
”s/?
=/Z