Kantor Supermicro di Taiwan dan sekitar delapan lokasi lainnya digerebek. Ini terkait dengan kasus pemerintah AS tentang penyelundupan chip AI—atau dengan kata lain, tidak mematuhi aturan kontrol ekspor AS. (Saham Supermicro juga turun sekitar 8%, kalau Anda tertarik.)
Di Taiwan, sebenarnya mengekspor chip AI ke China belum dianggap ilegal oleh hukum setempat. Tapi AS, konon, sudah mendesak Taiwan untuk membantu mencegah China mendapatkan chip AI canggih. Penggerebekan ini bisa membuat Taiwan menjadi lini terdepan dalam aturan kontrol ekspor AS.
Ingat cerita Maret lalu? Dua karyawan dan satu kontraktor Supermicro didakwa oleh jaksa AS dengan rencana penyelundupan yang kelihatannya setengah canggih setengah konyol. Intinya, mereka dituduh berpura-pura menjual server yang berisi chip Nvidia mahal (yang tidak boleh masuk China) ke sebuah perusahaan di Asia Tenggara.
Perusahaan perantara di Asia Tenggara itu kabarnya melepas nomor seri chip-cip itu dari server asli. Triknya sederhana: digosok pakai pengering rambut supaya stiker Nya lepas. Nomor seri itu lalu ditempelkan ke server palsu atau boneka, yang disimpan di gudang. Padahal server asli yang sudah tidak bernomor seri dikabarkan diam-diam dikirimkan ke China.
Inspeksi dari pihak berwenang yang datang tidak ketat, bahkan terkesan longgar. Katanya karena petugas audit itu sedang bersenang-senang dengan biaya perusahaan perantara waktu diperiksa. Jadi trik nomor seri berhasil, sementara chip setingkat US$ 2.5 milyar tadi lolos dibawa ke China.
Supermicro sendiri menyatakan bahwa tindakan individu–individ itu “melanggar kebiajakab sudah kepatau perusahaan”. Mereka tetap mengaku punya program tets bat penhen terhadap semua peraturan ekspor AS.
Sekarang Penggere market di Senw, publik tiis atas sampai EngKe seluruh kuni ny, pada Su via. Yang hal bagga sudah kooperator enggal bersama petindh Un wuu dinna atau pihak demi pembowlaw d atas Tiun.