Spence Inggris Dikesankan Tolak Jabat Tangan dengan Pemain Ghana Partey yang Dibuat-Hina | Piala Dunia 2026

Cuplikan media sosial menunjukkan Djed Spence tampak menolak berjabat tangan dengan Partey saat perkenalan pemain sebelum pertandingan Piala Dunia.

Diterbitkan pada 24 Jun 2026

24 Jun 2026

Kehadiran pemain sepak bola Ghana, Thomas Partey, di lapangan disambut dengan sorakan dan penolakan dari pemain lawan saat timnya menghadapi Inggris dalam pertandingan Piala Dunia kedua mereka di Boston, Amerika Serikat.

Para pendukung Inggris menunjukkan perasaan mereka terhadap Partey selama pertandingan Grup L pada Selasa lalu, mencemooh sentuhan awal sang gelandang tak lama setelah bek Inggris, Djed Spence, tampak menolak jabat tangan pra-pertandingan dengannya.

Partisitas Partey di turnamen ini telah menarik perhatian, di mana mantan pemain Arsenal itu menghadapi tujuh tuduhan pemerkosaan dan dua tuduhan penyerangan seksual di Britania Raya. Ia membantah semua tuduhan tersebut.

Tuduhan itu terkait dengan klaim dari empat perempuan berbeda antara 2020 dan 2022, selama masa baktinya bersama Arsenal yang berbasis di London. Partey dijadwalkan akan menjalani persidangan pada November atau lebih lambat.

Cuplikan media sosial tampaknya menunjukkan bek Tottenham Hotspur, Spence, melewatkan jabat tangan dengan gelandang berusia 33 tahun itu selama perkenalan pra-pertandingan setelah lagu kebangsaan dikumandangkan.

Partey, yang melewatkan kemenangan perdana Ghana 1-0 atas Panama di Toronto setelah Kanada menolak visanya, kemudian diejek setiap kali ia menerima bola.

Pada hari Senin, Partey, yang kini bermain untuk Villarreal di La Liga Spanyol, mengatakan bahwa ia merasa “baik-baik saja” dan “siap bermain” melawan mantan rekan setimnya di Arsenal, Declan Rice dan Bukayo Saka.

Para pengguna media sosial dengan cepat melihat penolakajn jabat tangan Spence dan memuji bek kanan Inggris itu atas sikapnya.

MEMBACA  Netanyahu Buka Peluang Kesepakatan dengan Suriah, Tuntut Zona Penyangga

Ada yang mempertanyakan mengapa AS memberikan visa kepada Partey tetapi menyulitkan pemain lain, terutama tim Iran, yang menerima visa mereka hanya sepuluh hari sebelum pertandingan pertama mereka.

Orang-orang juga mempertanyakan mengapa kapten Maroko, Achraf Hakimi, diizinkan tampil di Piala Dunia, sebab ia juga menghadapi tuduhan pemerkosaan dan akan menjalani persidangan atas tuduhan tersebut. Hakimi telah membantah tuduhan itu.

Tinggalkan komentar