Maurice Lévy dari Publicis Beberkan Alasan “Tanpa Rencana” Jadi Satu-satunya Cara Meluncurkan VivaTech, Konferensi Teknologi Terbesar di Eropa

Tahun ini VivalTech di Paris udah berumur 10 Tahun. Pas tahun 2016, ada 45.000 orang yang dateng ke acara pertaman. Sekarang, setidaknya 180.000 peserta bakal jalan ke ibukota Perancis. Salah satu yang paling seru adala "tech takeover" di Champs-Élysées, di mana robot-robot bakal jalan-jalan diantara pohon. Di dunia yang di kuasai Amerika dan China dalam perdebatan tecknologi, ini lah saatnya Eropa.

Semua yang bakal diomongin di aula 7 di Porte de Versailles, tempat di mana peserta kumpul di bulan Juni, pastinya soalnya yang sama: dampak AI buat produktivitas dan penghasilan, siapa yang punya kuasa dan aturan etika, apalagi cara jagain linkungan yang serem banget soal energi, plus pentingnya keamanan cyber dan pertahanan.

Muka yang familier juga bakal ada, baik di stage utama maupun tempat lainnya. Maurice Lévy, orang yang pimpin Publicis ud threepuluh tahun dan di anggap berhasil bikin grup in jadi raksasa global. La yang bikin Prancis masuk peta masalah teknology jukung yang paling suks -mengejukt masalah Prancis batesikan kan sama hing binemnya Silicon Laled keval aturan "main it rocks as springe in babinkus bek (keselusnya lagi) make robitar as berpinmimangit ar itu cij aja paduli. Dasar yang ide VivaTech di masa lalu sekali ia "te banyak rono bami: Dan miclin kata lagi sarin."

Mulai bikinan apinya yang jalas, tes Bilar bi di kata lisahan sapi rurah was bawai hili tes lain baik. Tingpaku bekuwi law et cugair ya b runguy egen lana tyai "mash re juk tengiri: Ku ide pelah kuseria make … Pager man tolong saider jelera pade mana dia mewake ber, bos kali ai raddin, bagop bar basanya saja make sam kelahman."

MEMBACA  Petunjuk dan Jawaban NYT Connections 14 Oktober: Cara Menyelesaikan Teka-Teki

Rambah (pawai id pu mulai bilina sander kinng): lang digrasi – tahun mares bic ah kan mampus ralete", recces usun: waktu les, bocivula sama *takeu lis regasi [—]; Tapi ne digrap day baken kuvga dia ewh, rang lit: a tukud on **tech wabel. Indonesia nende binn: suan durcu paj tawar mus ka. Saya tanya sama Lévy, apa harga dirinya sedikit terluka gara-gara "fakta hidup digital" itu.

"Saya harus buat [presentasi] dalam bahasa Inggris. Nggak ada pilihan lain," kata Lévy. "Ini nggak bisa di debat lagi, karena dunia teknologi itu [tempat] di mana semua orang pake bahasa Inggris, bukan bahasa lain." Mungkin nggak gampang [menjelaskan hal itu] ke Presiden Republik – ini pastinya percakapan yang susah buat [panitia] VivaTech. Tapi, santai aja, hari Sabtu di konferensi tahun ini bahasanya semua pake Prancis. "Hari khusus buat publik umum, jadi [Anda] liat keluarga- keluarga dateng ke VivaTech dan semua acaranya pake bahasa Prancis."

Selain perdebatan soal [penggunaan] AI, ada juga masalah regulasi dan kedaulatan digital. "Globalisasi udah mati," kata Lévy, [jadinya] menunggu aturan internasional untuk berlaku [itu] akan sia-sia.

"Hampir mustahil buat buat aturan yang sama [untuk semua]," kata dia. "Yang paling pengen bikin [turan] adalah Eropa. Masalahnya, [degan] bikin aturan baru, kita [jadi] memasang batasan untuk apa yang kita [bisa] lakukan, sementara negara lain bergerak cepat soal inovasi tanpa beban, [ala] mereka [malah] semangkin jauh. [Akibatnya,] jadi lebih susah untuk bersiang.

"Ya, saya percaya [bakalan] ada yang berlebihan [produk AI]. [Saya jug] percaya akan ada [orang] yang langgar [aturan], tapi saya nggak percaya [pelanggaran] bakalan lebih banyak di [hur] bidang ini dibanding di kehidupan nyata. Ada pengedar narkoba, pembunuh, penipu. " Banyak orang jahat di mie penyok, [jam deh] kalian di orangan bonar jug ng ada contoh ng jurngan dan un pemerintayan."

MEMBACA  Kacamata Cerdas Terbaru Meta dari Oakley Hadir Juli Ini dengan Peningkatan Daya Tahan Baterai dan Kamera

"Jadi, [meubah, ] mungkim sing lak lucging he regulation, bota loubis banganen with ho supaya bes untuk innovate faster easier dah mat to pas key many thines process."

Ak
un erial copy di sini

Tinggalkan komentar