10 Desainer Bagikan Tren yang Mendefinisikan Hunian Masa Depan

“Orang-orang kini lebih mau turun tangan langsung. Mereka mulai sadar kalau sebagai pemilik rumah, Anda bagian dari tim yang merawat taman. Taman yang indah biasanya ditentukan oleh orang yang mengawasinya—seringkali penghuninya sendiri. Fitur air makin sering dimunculkan. Dulu ada stigma karena soal penggunaan air, tapi kalau dirancang dengan benar, sebenarnya tidak terlalu boros air. Gagasan tentang suara di taman perlu dipertimbankan—kebangkitan kembali lonceng angin atau suara yang dihasilkan tanaman tertentu, entah itu bambu, daun kering, atau fitur air.” —Carlos Campos Morera, desainer lanskap dan salah satu pendiri firma AD100 Geoponika, Los Angeles

“Kami ingin teknologi pintar lebih tak terlihat. Melihat layar-layar di mana-mana itu tidak keren. Tentu saja kami harus berurusan dengan elemen ekologis, seperti bagaimana mengatur suhu dan memiliki rumah pintar. Kami ingin merasakannya tapi tanpanya terlihat. Kami juga ingin kembali ke material dan tekstur alami. Lebih banyak bekerja sama dengan pengrajin. Ada kembalinya gaya tahun 1930-an, di mana orang bekerja dengan pengrajin dan teknik tertentu, yang memperlihatkan sentuhan tangan mereka. Tidak semuanya harus simetris atau sempurna.” —Desainer AD100 Hugo Toro, Paris

Artikel ini aslinya muncul di Architectural Digest.

Foto-ilustrasi (searah jarum jam dari kiri): William Jess Laird (Toro); Maggie Shannon (Morera); Ralph Gibson (Mori); Anson Smart (Flack); Miguel Flores-Vianna (Moran); David Powers (Herrero); Amy Lombard (Grattan); Guarionex Rodriguez Jr. (Zewde); Seth Caplan (Yantrasast); Ludovic Balay (Nuriev).

MEMBACA  Gempa Bumi Mungkin Akhirnya Mengungkap Warisan Lanjutan dengan Kevin Bacon

Tinggalkan komentar