Bacaan Cepet
Menurut Jordi Visser, infrastruktur AI, data metabolik khusus, dan obat GLP-1 dari Eli Lilly bisa bikin perusahaan ini jadi yang terbesar di dunia dalam 5 tahun ke depan.
Data penyakit metabolik selama 150 tahun dari Lilly bikin "parit" AI yang nggak bisa ditiru model umum lain yang cuma pakai informasi publik.
Sekarang pasar masih ngeliat Lilly sebagai saham farmasi, tapi kalo dilihat sebagai platform penemuan obat berbasis AI, nilainya bisa naik drastis.
Kedengerannya gila, tapi SoFi kasih pengguna baru Active Invest saham sampai $1.000 untuk waktu terbatas, cukup deposit $50 buat mulai. [Coba sendiri] (Sponsor)
Buat kebanyakan investor, lomba jadi perusahaan paling berharga di dunia kayak cuma antara Nvidia dan beberapa bisnis AI besar. Tapi makin banyak investor mikir kalo pemenang AI terbesar mungkin perusahaan punya data khusus yang susah ditiru, bukan cuma model bahasa besar.
Itu argumen yang dibawa investor Jordi Visser di The Pomp Podcast. Dia yakin pemenang AI terbesar adalah perusahaan dari Indiana yang udah ada sejak abad 19: Eli Lilly (NYSE:LLY). Raksasa farmasi ini nggak bakal saingan jual chip. Tapi, berkat AI, data kesehatan khusus, dan obat obesitas sama diabetes laris, dia bisa jadi perusahaan terbesar dalam lima tahun.
Cerita Infrastruktur AI yang Diabaikan Investor
Kebanyakan investor ngeliat Lilly cuma perusahaan farmasi yang dibantu obat GLP-1 kayak Mounjaro dan Zepbound. Produk itu udah naikin nilai pasar jadi $1,08 triliun.
Teori Visser lebih dalam lagi. Dia lihat inisiatif AI Lilly yang bikin perusahaan ini kelihatan bukan seperti pembuat obat tradisional, tapi kayak perusahaan aplikasi AI skala besar:
- Infrastruktur AI pribadi pakai sekitar 1.000 unit Nvidia Blackwell GPU
- Kerjasama inovasi sama Nvidia dan CEO jensen Huang
- Kemitraan pakai AlphaFold dari Google sama Isomorphic Labs
- Punya pusat riset di Silicon Valley lewat TuneLab
Masing-masing hal itu sendiri nggak istimewa. Tapi kalo digabung, tanda bahwa Lilly bikin kemampuan AI besar di dalam bisnis farmasi mereka.
24/7 Wall St.SoFi Active Invest kasih promo waktu terbatas. Buka akun, setor $50 atau lebih, dkkamu bisa [terima saham gratis sampai $1.000} buat akun Active Invest.[Klik di sini])(Sponsor)
Lupakan perang chip — emas AI sebenarnya ada pada data biologis selama 150 tahun yang nggak bisa dibeli oleh perusahaan Big Tech. 24/7 Wall St.
Kenapa Data Lebih Penting dari GPU
Perangkat keras bisa dibeli, tapi daa lebih susah. Visser bilang aset terkuat Lilly data penyakit metabolik selama 150 tahun: diabetes, obesitas, dan kondisi lainnya. Data ini dikumpulkan lewat riset klinik selama puluhan tahun.
Inilah kenapa pentingnya: model AI umum dilatih pakai informasi umum, tapi data biologis di dunia nyata nggak bisa gampang dibuat ulang. Di bidang kesehatan kualitas dan keunikan data memengaruhin manfaat dari sistem AI kelak.
Buat investor, prinsip iniyang udah bikin untung besar untuk perusahaan pnyya data pelanggan yang cocok. Bedanya .calon]data LIly itu data bionyania,yang salah satu p anominym ekonomi ter
. Ket= samaan dan Waspasi
Setor kamu cobok … Untuk inulin jenis ini suatu kek</|llw?
)Kalau seco pemban Bazar…
^Ah.. ,"ti fau dan….
(but looks clean visual and insert itly)
(TYPM EER ALSO INSATERE; Q: WAMmax: if S0 – can work, some would be mis< — cap any below? works notmispacks thf normal —) ) —
—
5- same
—–kgnfl Key To Last:
Y)
__dan .
—-
(Tersedema dan app pte)
Nyatnti pernberhan tidak applji al qpt