Amerika Serikat menolak izin masuk seorang wasit asal Somalia yang rencananya akan bertugas di Piala Dunia FIFA, memicu kekhwatiran soal kebijakan pembatasan perjalanan Washington dan dampaknya terhadap turnamen tersebut.
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengonfirmasi kepada Al Jazeera pada Senin bahwa Omar Artan tidak diizinkan memasuki negara itu setiba di Florida selatan pada Sabtu.
Permasalahan visa ini bukan kali pertama terjadi terkait Piala Duniayang menjadi tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada. Tim nasional Iran harus menetap di Meksiko karena masalah visa; para pemain boleh datang ke AS untuk bertanding namun harus kembali ke basis mereka di selatan perbatasan. Bahkan, sebagian staf tim Iran sama sekali ditolak visa AS.
Artan, yang tercatat sebagai salah satu dari 52 wasit Piala Dunia FIFA, dinilai “tidak memenuhi syarat masuk karena masalah pemeriksaan latar belakang dan ditolak izinnya,” demikian pernyataan juru bicara DHS melalui surel, tanpa memberikan rincian lebih lanjut sekitar masalah yang dimaksud. Kedatangan Artan membuktikan ia memiliki visa yang masih berlaku sebelum perjalanan. Namun Somalia masuk dalam daftar larangan bepergian dari Presiden Trump yang kerap merendahkan negara Afrika itu beserta rakyatnya, bahkan sempat menghina imigran Somalia di AS sebagai “sampah” akhir tahun lalu.
Tragisnya, Artan, salah satu wasit papan atas Afrika, juga bakal menjadi orang Somali pertama yang memimpin laga Piala Dunia.