Selasa, 9 Juni 2026 – 02:29 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, punya rencana untuk ngurangin penggunaan APBN di program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu caranya, kata Nanik, yaitu ngajak perusahan untuk bantu bangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Nantinya, perusahaan bisa terlibat lewat skema CSR.
“Tapi untuk wilayah-wilayah yang belum digarap, kami akan coba kerja samakan atau kita bisa dibiyai dengan CSR-nya BUMN atau mungkin ada hibah dari luar negeri,” kata Nanik ke wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juni 2026.
BGN, lanjut Nanik, juga bakal buka pintu lebar-lebar untuk perusahaan swasta yang mau ikut bangun SPPG pakai skema CSR.
“Atau mungkin juga kalau di tempat itu ada perusahaan, perusahaan besar misalnya berinvestasi, masa sih dibuatkan dapur buat masyarakat di situ nggak mau? Kan nggak mahal juga. Jadi CSR, mereka kan juga punya CSR,” jelas dia.
Nanik menjelaskan cara ini adalah bentuk komitmen BGN untuk efisien anggaran. Ia nggak mau program MBG terus-terusan ngebebanin APBN.
“ Kami concern pada efisiensi anggaran. Supaya bisa enggak memberatkan anggaran negara saat ini, tapi tanpa ngubah target tidak masuk dari yang kita kasih gizi,” pungkas Nanik.
**
Artikel Rekomendasi:*
Dari kaca mata lain, Hery Susanto Perintah Anak Buahnya di Ombudsman Tidak ikut Usik Program MBG, sementara KPK lagi mengusut dugaan kurupsi MBG tapi didahuluan Kejagung.