Minggu, 7 Juni 2026 – 16:40 WIB
Jakarta, VIVA – Poristiwa perusakan mobil Toyota Fortuner yang viral di media sosial setelah dikerubungi dan dilempari batu oleh massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhirnya mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap insiden itu ternyata bermula dari perselisihan antara supir Fortuner dengan seorang pengendara motor yang terjadi sejak di wilayah Tebet, Jakarta Selatan.
Keributan yang awalnya cuma melibatkan sopir mobil dan pemotor itu kemudian berkembang jadi aksi kejar-kejaran hingga berakhir pada perusakan kendaraan oleh massa di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menerangkan bahwa peristiwa itu dipicu oleh tingkah supir Fortuner yang membunyikan klakson berulang kali karena merasa jalannya terhalang pengendara motor.
"Ternyata berawal dari sopir Fortuner ribut dengan pengendara motor di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Berawal sopir Fortuner bunyiin klakson terus-terusan karena merasa jalannya dihalangin," ujar Dhimas dalam keterangannya, Minggu, 7 Juni 2026.
Berawal dari Klakson dan Adu Mulut di Jalan
Menurut penyelidikan awal, ketegangan semakin naik saat supir Fortuner nggak cuma bunyiin klakson, tapi juga memepet motor yang dianggap menghalangi jalannya mobil. Situasi kemudian makin panas setelah sopir mobil disebut ngomel-omel ke pemotor itu.
"Selanjutnya sopir Fortuner memepet dan ngomong kasar ke pengendara motor," kata Dhimas.
Nggak lama setelah itu, dua pengendara motor lain datang dan negur supir Fortuner karena dianggap bersikap kasar terhadap pengguna jalan lain. Tapi teguran itu justru bikin konflik baru. Supir Fortuner disebut nggak terima ditegur sampai akhirnya terlibat adu mulut lagi sama para pemotor.
Pemotor Teriak "Tabrak Lari", Massa Berdatangan
Polisi mengungkapkan kalo keributan berlanjut sepanjang jalan. Berdasarkan pengakuan sopir Fortuner ke polisi, salah satu pemotor bahkan nabrakin motornya ke mobil tersebut. Meski begitu, polisi masih mendalami semua kejadian biar kronologinya jelas.
"Pengendara motor nabrakin motornya ke mobil Fortuner, itu pengakuannya dari sopir Fortuner," ujar Dhimas.
Setelah insiden itu, para pemotor terus ngejar sambil teriak "tabrak lari". Teriakan itu kemudian bikin perhatian warga sekitar makin besar. Akhirnya, banyak orang ikut ngejar kendaraan itu sampai massa terlibat dalam keributan.