Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ngusulin supaya telur ayam dimasukin ke dalam daftar komoditas yang dibagikan lewat program bantuan pangan pemerintah. Ini tujuannya buat ngebantu nyerap hasil produksi petani saat harga lagi turun.
Menurut dia, cara ini bisa bantu jaga keseimbangan pasar sekaligus ngelindungin petani dari harga yang terlalu rendah.
“Sebenernya gampang aja ngatasi masalah ini. Ke depannya, bantuan pangan jangan cuma beras sama minyak goreng. Bisa juga termasuk komoditas kayak daging ayam atau telur waktu harga lagi jatuh,” kata Sudaryono hari Jumat.
Telur dianggap cocok buat program ini soalnya penting sebagai sumber protein dan gampang banget kena fluktuasi harga.
Dia jelasin, pemerintah sekarang lagi kerja buat ngurus berbagai aspek peraturan agar penyerapan komoditas lewat bantuan pangan bisa jalan lebih efektif dan akurat.
Selain bantuan pangan, Sudaryono bilang program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga punya peran strategis dalam bantu stabilkan harga berbagai komoditas pangan nasional.
Menurutnya, program pemenuhan gizi yang diurus Badan Gizi Nasional (BGN) bisa jadi saluran buat nyerap hasil petani saat harga komoditas lagi rendah.
Dia ngasih contoh telur yang sekarang lagi harga murah, bisa diserap lewat program MBG. Dampaknya, kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi, dan harga di level petani juga kebantu.
Langkah ini diharap bisa ngasih manfaat ganda, yaitu ngedukung program perbaikan gizi sekaligus jadi alat stabilisasi pasar di sentra-sentra produksi telur di Indonesia.
Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) nyabut bakal maksimalin penyerapan telur dari petani di Kabupaten Blitar lewat program MBG dengan harga yang menguntungkan. Ini buat jaga stabilitas harga di tingkat peternak.
Berita terkait: BGN instruksikan SPPG beli telur dari petani untuk stabilkan harga
Berita terkait: Indonesia targetkan swasembada gula, telur, daging ayam di 2026