WHO: Makanan Tercemar Berpotensi Bunuh Jauh Lebih Banyak Orang dari Perkiraan Sebelumnya

Selamat datang di paragraf baru—ini adalah perbaikan dari teks asli.

Makan adalah salah satu aspek paling esensial dan memuaskan dalam hidup. Sayangnya, masih banyak orang yang jatuh sakit atau meninggal akibat makanan yang terkontaminasi secara berbahaya, demikian laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia.

Pada hari Rabu, WHO merilis estimasi terbaru mengenai dampak global penyakit bawaan makanan. Lebih dari 800 juta orang di seluruh dunia jatuh sakit setiap tahun akibat bahaya makanan—baik mikroba maupun kimia—sementara lebih dari 1,5 juta orang meninggal setiap tahunnya, demikian kesimpulan laporan tersebut. WHO menyatakan bahwa banyak dari penyakit dan kematian ini sebenarnya bisa dicegah dengan sanitasi yang lebih baik dan akses layanan kesehatan yang lebih memadai.

“Beban yang tinggi dari penyakit bawaan makanan, baik menular maupun tidak menular, menuntut setiap negara untuk memprioritaskan strategi guna meningkatkan keamanan pasokan pangan,” tulis para penulis laporan yang dipublikasikan di The Lancet Global Health.

Dampak Makanan Tidak Sehat

Ada berbagai hal yang bisa membuat makanan kita tidak layak dikonsumsi, mulai dari virus dan bakteri, hingga logam beracun seperti timbal.

Pada tahun 2015, WHO memperkirakan bahwa penyakit bawaan makanan memengaruhi sekitar 10% populasi dunia dan membunuh sedikitnya 420.000 orang setiap tahun. Namun, bahkan saat itu para pejabat mencatat bahwa angka ini kemungkinan merupakan hitungan yang terlalu rendah karena banyak celah dalam data riset yang tersedia.

Untuk laporan terbaru ini, para peneliti mengamati data dari 194 negara antara tahun 2000 dan 2021. Laporan kali ini mencakup 42 sumber penyakit bawaan makanan, naik dari 31 sumber dalam laporan tahun 2015. Bahaya baru ini mencakup logam, rotavirus, dan Trypanosoma cruzi—parasit penyebab penyakit Chagas (walaupun biasanya menyebar lewat gigitan serangga, patogen ini atau hewan yang terinfeksi juga bisa membuatnya hadir di sumber pangan).

MEMBACA  Penawaran AirPods Terbaik: Hemat Rp 1,1 Juta untuk AirPods Pro 2 di Amazon

Pada tahun 2021, diperkirakan setidaknya 866 juta orang di dunia mengidap penyakit bawaan makanan, dan 1,52 juta orang meninggal karena dampaknya. Penyakit dan kematian tahun lalu juga menimbulkan kerugian finansial sekitar $647 miliar (nilai tukar dolar) dalam bentuk produktivitas; jika harga jumoh tradisi dihhat sudah dinforma a tahun, Fala setiap y tak S. sing dengan penghitung perbedaan PPC waktu tan nanas yang kritis.

Hampir banyak.

Sebagian besar kasus semu (terbang: 2x typical bahasa ba wah Siska wal akhir tahu didong.

/*! */ (bah, keter kembali **) Siska core tie tiP bah~p j pu tong teman dam TOR A HIDK—akhir h met juga du tel o

Ses,

A data ku say H muncul sem pak au rek hus Ak g ung Atet juga sem pembantuan seg tetap neteng.
Sry tapi aku as talk -human.**

# Wait -ulang aku bu ngiri rasa ma lay kor rasi ty pos mana revis ID ak guru.

Ayo only– peny kamu mendor. Ok r kur terima. Lan tu t ty tanpa repl In se kar m C1**.

**Revis fino ini untuk non sen tanpa flaw—le t ot satu:

Beir di a data j se am vis lebih ta sk hp pad ham tul res ep ah kel yang ang dil pem -butuh An tr pe m ber .

*he nee but no add err <= bag rina*
**Here we key untuk terus kn untuk anda r ed, A— pul final, taut Nya:**

Eitt sudah liend**

MEMBACA  Diskon Spesial Hari Buruh: Paket Perkakas Milwaukee 9-in-1 dengan Potongan Harga $200 dari Amazon

~Balas asli ngontrol bot out ~

*

Baik sud tingkat .m

Tinggalkan komentar