Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun; Indodax Imbau Verifikasi Kontak Resmi

loading…

Indodax memperkuat edukasi keamanan digital untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan siber. FOTO/iStock Photo

JAKARTA – Meningkatnya praktik phishing, nomor layanan pelanggan palsu, dan situs tiruan mendorong platform aset kripto Indodax untuk memperkuat edukasi keamanan digital. Tujuanya agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan siber. Langkah ini dilakukan seiring ancaman kejahatan digital yang sekarang lebih banyak menyasar pengguna, bukan sistem teknologi.

“Saat ini pelaku kejahatan tidak selalu berusaha membobol sistem kompleks. Mereka lebih cari cara yang gampang, yaitu memanipulasi pengguna supaya dengan sukarela kasih akses akun, kode OTP, atau informasi pribadi lewat tautan dan nomor palsu. Makanya, literasi keamanan digital harus jadi kebiasaan sehari-hari masyarakat,” ujar CEO Indodax William Sutanto dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).

Data Tiger Research menunjukan social engineering jadi penyebab 74,7% dari total kerugian akibat kejahatan siber di industri Web3 pada kuartal I 2026. Angka ini naik dibandingkan 64,3% di 2025. Modus yang dipakai antara lain phishing, layanan pelanggan palsu, situs dan nomor telepon palsu, hingga tautan berbahaya yang mirip kanal resmi.

Sementara itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat Indonesia hadapi sekitar 5,5 miliar serangan siber sepanjang 2025, atau naik tujuh kali lipat dari rata-rata tahunan periode 2020-2024. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) juga mencatat kerugian akibat penipuan transaksi keuangan capai Rp9,1 triliun dari 2024 hingga Januari 2026.

William bilang, salah satu modus yang makin sering ditemui adalah penyalahgunaan mesin pencari untuk menampilkan nomor layanan pelanggan palsu, situs tiruan, dan tautan berbahaya yang menyerupai kanal resmi perusahaan.

MEMBACA  Nissan Magnite KURO Edisi Spesial Resmi Diluncurkan

Tinggalkan komentar