Sekarang ini waktu yang bagus buat kerja di bidang keahlian tangan (skilled trades).
Itu kata Dan Peyovich, presiden dan CEO Dycom Industries. Dia bilang, permintaan besar untuk infrastruktur AI—dari jaringan fiber sampai pusat data—bertabrakan dengan kekurangan pekerja yang bisa kerja langsung.
“Pasti banget sekarang ada kekurangan tenaga trampil,” katanya di Fortune’s COO Summit di Scottsdale, Arizona hari Selasa.
Dan dia gak salah: banyak proyek pembangunan pusat data tenaga kerja yang sudah tua dan jalur pendidikan selama puluahn tahun yang fokus ke gelar sarjana sudah bikin celah pekerja besar. Tahun ini aja, industri kontriksi kekurangan lebih dari 550.000 pekerja.
Menurut Departemen Pendidikan AS, pada 2030 mungkin ada 2,1 juta pekerjaan trampil di AS yang gak terisi—dengan kerugian ekonomi bisa mencapai $1 triliun per tahun.
Perusahaannya Peyovich ada di tengah-tengah lonjakan permintaan ini. Dycom Industries bangun infrastruktur telekom dan listrik, sekarang punya sekitar 20.000 pekerja trampil—naik gara-gara pembelian kontraktor listrik data center seharga $1,95miliar di 2025 untuk masuk ke proyek AI.
“Sekarang ini dan sampai jauh ke depan, pasti masih ada orang yang harus kerja pakai tangan,” tambah Peyovich.
[Dia bilang itu semua] karena dia pernah jadi tukng kayu sebelum jadi pemimpin yang dibayar tinggi. Tapi sekarang dia pengen bangunin lagi minat ke [skilled trades] karena orang muali kurang tertarik, Ini era di mana AI mengubah—bahkan bisa ngancam biografis Tampilannya, sebagus tapi bilang salah itu susah misals enzim atau kodenya yag mutlak T Hidup di zaman modern itu penuh tantangan, tapi juga banyak kesempatagan. Kita harus belajar terus biar gak ketinggalan zaman. Kadang capek sih, tapi hasilnya pasti sebanding. Yang penting jangan males buat memperbaiki diri dan tetap semangat menjalankan hari-hari. Itu kuncinya.