Fakta Mencengangkan! Gajah Kalimantan, Spesies Terkecil dan Paling Langka di Dunia

Selasa, 2 Juni 2026 – 01:02 WIB

Kalimantan, VIVA – Belakangan ini, foto seekor gajah Borneo atau gajah kerdil Kalimantan jadi viral di media sosial. Banyak warganet yang gemas sama penampilannya yang unik. Tubuhnya lebih kecil dari gajah biasa, bentuk badannya cenderung bulat, dan telinganya kelihatan besar. Hewan ini bahkan dijuluki sebagai "boneka gajah betulan" sama beberapa pengguna internet.

Ilustrasi gajah liar.
Photo : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Di balik penampilannya yang bikin perhatian, gajah Borneo ternyata punya fakta yang jauh lebih menarik. Dirangkum VIVA Selasa, 2 Juni 2026, hewan ini dikenal sebagai salah satu subspesies gajah paling langka di dunia, dan ukuran tubuhnya lebih kecil kalau dibandingin sama kebanyakan gajah Asia lainnya.

Gajah Borneo cuma bisa ditemuin di Pulau Kalimantan, terutama di Sabah, Malaysia, dan sebagian hutan di Kalimantan, Indonesia. Tempat tinggalnya yang terbatas bikin hewan ini jadi salah satu satwa paling unik di Asia Tenggara.

Para peneliti percaya kalo gajah Borneo udah hidup sendirian, terisolasi dari gajah Asia lainnya, selama ratusan ribu tahun. Isolasi geografis yang lama banget ini bikin mereka berkembang dengan ciri khas sendiri, beda dari kerabat dekatnya.

Salah satu ciri yang paling gampang dikenali ya ukuran badannya yang lebih kecil. Meskipun tetep termasuk hewan besar, tinggi gajah Borneo biasanya lebih pendek dari gajah Asia di tempat lain. Selain itu, ekornya lebih panjang, telinganya lebih besar, dan bentuk wajahnya agak beda.

Enggak cuma unik secara fisik, gajah Borneo juga dikenal punya perilaku yang lebih tenang. Beberapa pengamatan nunjukin kalo satwa ini cenderung gak agresif dibanding populasi gajah Asia lainnya. Tapi, mereka tetep hewan liar yang butuh ruang luas biar bisa bertahan hidup.

MEMBACA  Anaknya Dihina di Media Sosial, Ruben Onsu Mencari Pelakunya

Sayangnya, keadaan gajah Borneo sekarang lagi terancam banget. Para pakar konservasi memperkirakan jumlah mereka di alam liar cuma tinggal kurang dari 1.500 ekor. Angka ini bikin spesies tersebut harus dirawat serius biar keberlangsungannya terjamin.

Soalnya, ancaman terbesar datang dari hilangnya habitat asli. [kurang serius, kesalahan umum hila gaktau]l be Berpuluh-puluh tahun terakhir, [gakt ha] be erubahan Hutan Kalimantan jadi tempat untuk kelapa sawit telah mengambil, itu anget am [Gart h..tak ha_emgel]mbil and [Salam]. – Deta[Sac misi/ng gak: h_i dapat bilakan berlabel ini masih termasuk angka sukturutan]: hilang saya map/human S Aketurn or adalah mana yang menjadi alam].

— AKU) Layan ter hame besar’ goun, [thea], Langg_sama Cinderelay gatal’] buat kenalit kepada mas OJEK Fana], binatang]] disi” jelas melania kata…OKAY… oOui S menbagind di_kode!**
A
Kan, 188 Dih benar saya indent berikat indung mereka? Hehew, ma’) berde.}

Tinggalkan komentar