3 Fakta Robot Ukraina yang Telah Bunuh Ribuan Tentara Rusia
Loading…
Ukraina mengunakan robot untuk membunuh ribuan tentara Rusia. Foto/NDTV
MOSKOW – Perang Ukraina melawan Rusia kini semakin banyak dijalankan oleh mesin daripada tentara di medan perang. Jauh dari garis depan, para komandan yang pernah bertempur dalam beberapa pertempuran paling berdarah di perang tersebut sekarang mengarahkan serangan melalui layar, siaran langsung, dan drone, alih-alih memipin pasukan ke medan tempur.
Menurut laporan CNN, satu operasi bisa melibatkan beberapa robot yang diisi bahan peledak untuk menargetkan posisi Rusia tanpa satu pun tentara Ukraina yang menginjak kaki di darat. Serangan itu dipantau dari drone pengintai di atas, sementara operator memandu mesin dari jauh melalui pusat kendali.
1. Solusi Atasi Kekurangan Prajurit
Berhadapan dengan kekurangan tenaga kerja yang berlarut-larut dan ketidakpastian soal dukungan Barat yang berkelanjutan, Ukraina telah memperluas penggunaan sistem tak berawak dengan cepat. Drone, kendaraan robot, dan platform senjata yang dikuasai dari jarak jauh kini punya peran yang makin besar dalam upaya perang Kyiv, memberi mereka keunggulan teknologis melawan kekuatan Rusia yang lebih besar.
Pada bulan April, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bilang bahwa pasukan Ukraina, untuk pertama kalinya, berhasil merebut posisi Rusia hanya menggunakan robot dan drone. Dia juga mengatakan sistem tanpa awak telah menjalankan 22.000 misi sejak awal tahun.
2. Dijuluki ‘Kematian Senyap’
Menurut pasukan Ukraina, tentara Rusia yang ditangkap memberi julukan yang mengerikan pada pembawa bom robot ini – “kematian senyap”. Mesin-mesin itu bergerak begitu hening sehingga pasukan Rusia sering kali hanya mendengarnya saat sudah berada sekitar 10 meter jauhnya, berarti sudah masuk ke zona ledakan.
Bagi para komandan yang dulu bertempur dari rumah ke rumah di Ukraina timur, transformasinya terlihat sangat dramatis.