Peringatan Duka dari Kuwait: Trump Beri Sinyal Perang yang Mengancam

Beberapa warga Amerika terluka dalam serangan rudal ke pangkalan udara Kuwait beberapa hari terakhir. Pertemuan di Gedung Putih untuk membahas perpanjangan gencatan senjata dengan Iran berlangsung tanpa kesimpulan pidato.

Tidak ada komentar publik setelah pembicaraan di Situation Room pada hari Jumat, meskipun Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan kesepakatan sudah dekat. Ini jadi sinyal terbaru yang bertentangan dari Washington soal prospek kesepakatan dengan Teheran, saat konflik memasuki bulan keempat.

Trump bilang di media sosial bahwa dia siap membuat “penentuan akhir” untuk kesepakatan awal memperpanjang gencatan senjata yang rapuh. Tapi, pertemuan dua jam itu berakhir tanpa pengumuman dari presiden, menurut pejabat Gedung Putih yang meminta namanya tidak disebut.

Trump cuma bakal bikin kesepakatan yang memenuhi red lines-nya, kata pejabat itu. Maksudnya tuntutan presiden Iran harus meninggalkn program nuklirnya, menyerahkan pasokan uranium yang diperkaya, dan buka Selat Hormuz.

Baca selengkapnya via Bloomberg: “Warga Amerika Terluka dalam Serangan Rudal Iran ke Pangkalan Udara Kuwait,” per Kamis.

Ini pola yang berulang — dua sisi bilang kesepakatan semakin dekat sindlin ketidaksepakatan berlanjut di berbagai masalah seperti nasib u km dan masalah pelayaran di selat serta zona maritime lemat kritis kata rencna program o l.

  Isi Liputan jrm …. 

Jwb g. A. ngasiin, Pasegan tut kor……………. Sesni……

—     Publíklaim…

Pasar terpengaruh rettor c.. h ber L ,t.man,. en set ku terate y.g har pan di predik. Kedilan l dj st……… – [ Markastintauk pulihan bu.an

MEMBACA  Dapatkah kemarahan atas hak aborsi memengaruhi pemilihan presiden AS?

Tinggalkan komentar