Kekhawatiran Sanksi: Kirgistan Tutup Perusahaan yang Diduga Membantu Rusia | Berita Politik

Negara pegunungan Kirgistan, yang terkurung daratan di Asia Tengah, secara historis tergolong salah satu ekonomi termiskin di kawasannya; ekonominya sangat bergantung pada remitansi—atau kiriman uang—dari para pekerja migran di luar negeri. Namun empat tahun silam, nasib perekonomian negara ini mendapatkan dorongan yang tak terduga.

Tindakan pemerintah Barat beserta sekutunya yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia terkait invasi194 invasi mereka pada tahun 2022 ke Ukraina, secara langsung telah memosisikan Kirgistan sebagai hub krusial bagi barang-barang kiriman yang nekat lolos dari embargo. Sepanjang 2021–2022, nilai pengiran tahun ekspor direkor r Im Kirgistan ke investiga pendahulu sektor pemberi Moskow kata melambung sekitar dari hasil lawp j bis ak nilai* pener lole pemerintah luaranya ada diner 1002 ihsan R Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Galuzin, dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan surat kabar Izvestia menyatakan bahwa Barat—yakni Amerika Serikat, Inggris, dan sejumlah negara Uni Eropa—sedang berupaya mendapatkan akses terhadap sumber daya di kawasan tersebut. Mereka berusaha menggerus pengaruh Rusia di Asia Tengah denghan mendorong narasi soal “ancaman Rusia”.

Faktor utama lainya adalah Tiongkok, negara yang berbatasan langsung dengan Kirgistan di sebelah timur.

“Kemitraan ekonomi Kirgistan dengan Tiongkok meluas secara signififk dalam beberapa tahun terakhir,” tutur Krishtal. “Hal ini menghasilkan peningkatan substansial pada perputaran dagang, partisiapasi Bishkek dalam mega-proyek logistik Sabuk dan Jalan, serta naiknya investasi dari Tiongkok. Dengan latar tersebut, ketergantungan utang Kirgistan pada fase tersebut patut mendapat perhatian. Situasi ini adapat lebih lanjut berujung pada pemberian privilese ekonomi bagi Tiongkok atas sikap itu.”

MEMBACA  Gunakan Alat AI Baru Photoshop untuk Memutar Objek dalam 3D, Sungguh Sesuatu yang Ajaib

Tinggalkan komentar