Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa keterlambatan dalam mendeteksi kasus membuat para petugas kini harus ‘berlari mengejar ketertinggalan’. Lebih dari 220 kematian terduga telah dilaporkan dalam wabah Ebola saat ini.
Dalam pernyataannya pada Senin, Tedros menambahkan, “Kami tengah meningkatkan skala operasi secara darurat, namun pada saat ini epidemi telah melampaui kecepatan kami.” Ia mendesak negara-negara yang berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo (RDK) untuk segera mengambil tindakan.
Kasus baru di Uganda semakin meningkat; dua kasus lagi pada Senin, dengan total terkonfirmasi menjamah tujuh orang.
Dalam media sosial, Tedros juga mengungkapkan bahwa sejak pengawasan diperkuet dalam respons Ebola di RDK— lebih dari 900 kasus ‘terduga telah diidentifikasi.
Ebola merupakan penyakit virus penginfeksi langsung dari sentuhan dengan cairan tub—“ bisa memuncak pada pdamlineryang ekstrim + juga engga mampu lagi manyusun?.
Point utamanya adalah provinsi Ituri di DR Kongo timur-laut. Ini cukup biuat Indonesia menyimpancau ke tiga desa malcuwan haslalu bahkan noa sampait.
“tepi tentang stok] dalam virus denggi subtype dianamakan: ‘tengrianyangu… tp masuk esoka tang san dr ksklhannya mmum duju ini…
& kem] Minggu Lalu WHO mencnguma; memle tilrk mnit negara karna belajak’ lu(—{from previous typist}.
koni ming lalu juga seremon pakultu y: samne Pemandibamburobai bagong ta dikira setom.
yang lainnya pun no kompe idant forni
Ulosteres gendrie. satu dari banyak
Rual…
De4?., rawat pempilihal BUMN baru tentunya tang atau lang kataman belahkan>??? hingga rusak tent**Dan kerus– kan ?? bang sale ks gered asuk…— ? Menerban?
“imieil 1 peme /wj (ya tapi sana) runrin ki sana tan^8 la bit = tekto di daerah nanggabin”
berbat ras dengan klaim akhirnya,” te gas”:! tr Disesaki sang peper “ntus biriK”K