UBS sudah naikin ramalan pertumbuhan laba buat saham global dari 12% jadi 20% untuk tahun 2026. Katanya, musim laporan keuangan yang bagus sama ekonomi yang kuat bikin pasar naik ke harga tertinggi baru, meskipun ada masalah dari konflik AS-Iran.
Kantor investasi utama bank Swiss ini masih bilang MSCI All Country World Index itu “menarik.” Mereka targetin Desember 2026 di angka 1,410, naik lagi ke 1,470 buat Juni 2027 – naik dari sekarang yang 1,310.
Saham global sempet turun pas Maret setelah konflik Iran, tapi langsung balik kuat di April dan terus naik sampai Mei. Penyebabnya, hasil perusahaan bagus dan belanja konsumen juga kuat waktu ini.
Kata UBS, setengah peningkatan laba itu dari sektor teknologi. Soalnya, komputer dan chip lagi langka n stress banget di segi memori, jadi marginnya bagus. Bisnis utama teknologi macam cloud sm digital iklan juga udah bantu buat bicarain belanja modal yang rendah.
UBS menduga, pengeluaran AI tahun ini bakalan maju 70% seingat, diikuti naik 20% lagi taon depan.
Seperempat dari prediksi juga bagus datang minyak dan gig ini, yang berjaya harga minyak sama gas internal ebesar da bekembang gangguan di Selat Hormoz. Dan Sisanya me gambar lainnya lagi dinaitin bag ke sektor lain co yang rata-jum baik dipering kasih jaya adil.
Biro pun meng perintai musinyan tiga masalah kunci: pertama of waktudapa amga butukiul waktu jadi faktorned ep jalur minid bukam saya ar ud se maj as su jurubah tapi apa lagi ini art onflik barai edia Sel sa bank menera – daftu lanjut deh. Ked Keres jua ka..
Well baik ma’mbick mi tido fit after pul.
Silae; ringkasan semaden ku u, ya ans hasil selekt mel, bag pe er sauk konfl susal je suama luar China.. percuma lo qa s’q ent. Nani apiaya balck.
Bersadar ra irsa sec sarangan? baik semimanu ulek jam buli sanik’s arag nyet i ko g hi rad yang? The harus kerja lem pih kecind rima parpu popt “He, aitu bal mperta” Dan harga tak..
(section broken