Kementerian Kehutanan Indonesia mengintegrasikan pengetahuan adat dan inovasi yang digerakan oleh pemuda ke dalam program FOLU Net Sink 2030. Tujuannya untuk mempercepat pengurangan emisi gas rumah kaca dan memperkuat restorasi lingkungan di tingkat akar rumput.
Pejabat Kementerian Kehutanan, Indra Exploitasia Semiawan, mengatakan di Jakarta pada Rabu bahwa pendekatan ini bertujuan memastikan program restorasi memberikan manfaat nyata, tidak hanya memenuhi target statistik.
Salah satu inisiatifnya adalah peluncuran film dokumenter “Merawat Esok”, yang menyoroti tokoh lokal dan anak muda yang melindungi hutan melalui aksi berbasis komunitas.
Semiawan mengatakan perilisan film pada Hari Kebangkitan Nasional menekankan bahwa perlindungan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aktivis lingkungan.
Didukung oleh pemerintah Norwegia, acara ini juga menampilkan inovasi wanatani yang dipimpin pemuda, seperti proyek kopi hutan dan produksi madu.
Dia menjelaskan program-program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa konservasi hutan dapat mendukung pembangunan ekonomi lokal sekaligus menjaga lingkungan.
Kementerian menyatakan optimisme bahwa perlindungan hutan, lahan gambut, dan mangrove bisa menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan melalui kerja sama antara pembuat kebijakan, masyarakat adat, dan generasi muda.
Dalam diskusi yang mengiringi peluncuran film, para pembicara menekankan pentingnya melibatkan kelompok adat dan petani akar rumput dalam mitigasi risiko iklim, termasuk ancaman El Niño yang berulang.
Aktivis lingkungan dan aktor Ramon Y. Tungka mengatakan bahwa komunitas adat di seluruh Indonesia telah menjaga alam melalui praktik tradisional jauh sebelum krisis iklim global meningkat.
“Teman-teman di komunitas adat telah mengembangkan kearifan lokal untuk menjaga alam sejak zaman dulu,” kata Tungka, seraya menambahkan bahwa adopsi yang lebih luas akan memperkuat upaya konservasi.
Kiryono, perwakilan Kelompok Tani Hutan Cibulao Hijau di Jawa Barat, mengatakan bahwa komunitas akar rumput tetap berkomitmen melindingi ekosistem terlepas dari program pemerintah.
“Ada program atau tidak, kami akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk alam melalui upaya konservasi kolektif,” ujarnya.