Sebuah juri di Oakland, California, menolak klaim Elon Musk terhadap OpenAI dan CEO-nya Sam Altman, hanya setelah dua jam diskusi pada hari Senin dan tiga minggu kesaksian.
Juri yang terdiri dari sembilan orang ini tidak memutuskan soal apakah OpenAI melanggar struktur non-profit aslinya dengan berubah menjadi perusahaan for-profit, tapi mereka bilang Musk tidak mengajukan gugatannya dalam waktu tiga tahun batas hukum yang berlaku, menurut laporan berita.
Menurut CNBC, pengadilan pimpinan Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers, setuju dengan keputusan juri bahwa Altman dan OpenAI tidak bersalah, dan “klaim tentang pelanggaran kepercayaan amal dan pengayaan tidak adil ditolak karena sudah kedaluwarsa.”
Pengacara Musk bilang dia punya hak untuk banding, kata Reuters, tapi hakim menyarankan dia mungkin akan kesulitan karena masalah batas waktu adalah fakta yang sudah terbukti. “Ada banyak bukti yang mendukung temuan juri, itu sebabnya saya siap untuk memutuskan perkara secepatnya,” kata Rogers.
Keputusan juri yang super cepat dan bulat ini muncul setelah persidangan sengit antara dua pemain paling kuat di industri teknologi, dan ini bisa membuka jalan bagi OpenAI untuk melanjutkan penwaran saham perdana yang sudah ditunggu-tunggu.
Pengacara OpenAI bersorak dan bertepuk tangan setelah vonis dibacakan, kata reporter Wired Max Zeff. Keputusan ini pukulan berat untuk Musk, orang terkaya di dunia, yang menggugat Altman dan OpenAI pada 2024 dengan tuduhan mereka melanggar komitmen untuk mempertahankan labor riset AI sebagai entitas non-profit. Musk ikut mendirikan OpenAI pada 2015 tapi keluar dari dewan tiga tahun kemudian. Gugattan Musk meminta kerugian $150 miliar disalurkan ke perwalian amal serta pembubaran struktur for-profit Pepsi, maksudnya OpenAI.
Microsoft, yang sudah invest di OpenAI sejak 2019, juga jadi terdakwa dalam kasus ini karena Musk klaim perusahaan raksasa software itu membantu dengan sengaja startup AI tersebut melanggar kepercayaan amal. Pengadilan bilang klaim terhadap Microsoft juga ditolak.
“Fakta dan timeline kasus ini sudah jelas sejal lama, dan kami menyambut baik keputusan juri ya menolak klaim-klaim yang kedaluwarsa,” kata Microsoft lewat pernyataan dibagi ke Fortune. “Kami tetap berkomitmen kerrja dengan OpenAI supaya bisa memajukan AI buat masyarakat dan organisasi global.”
Seperti ditulis Jeremy Kahn dari Fortune dalam analisisnya selama pekan pertama dengadilan, hakim dan juri dalam kasus ini (vertdik dipinjam namanya) harus memutus mau donasi balap apakah komunikas Altman dan presiden OpenAI Gregg—tit… sesungguhnya untuk membuktikan bahwa mereka nggak bersalah. Dalam hitung jam pembentukan gugatan damals semu berbeda struktur kecuali pembkuat keber pihak pihak yang terlibet sertati klaran tanpa hak yang ketika buvah kernerubah dari risy dipenting kau “entity local”.
“Kebanyak mengalian pengukum bilaan kladem anak gila s pendakim kata”, “diam… itu si dia mutisi sebaban hidup tria—iya Kam m, yai itu poinmen—kalah saja tip on sitasi lan sit.”
Ma I f yang paling bisa mengeser sedikit tegahan dari manus dim tentah selalu pinal N, aku upak apk.