WHO Konfirmasi 10 Kasus Hantavirus Global, Kru Hondius Bebas Gejala

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menegaskan bahwa risiko penyebaran hantavirus masih dikatagorikan ‘rendah’.

Terdapat 10 kasus global hantavirus saat ini, demikian pernyataan WHO, yang merevisi angka sebelumnya dari 11 setelah satu orang yang sempat diduga terinfeksi dinyatakan negatif.

Maria Van Kerkhove, direktur departemen kesiapsiagaan dan pencegahan epidemi dan pandemi WHO, mengatakan pada Jumat lalu bahwa penghitungan sebelumnya "mencakup satu individu dengan hasil tes yang tidak meyakinkan … Konfirmasi lebih lanjut dari Amerika Serikat menyatakan orang tersebut negatif."

Delapan kasus telah dikonfirmasi melalui laboratorium, sementara dua lainnya diklasifikasikan sebagai probable, menurut WHO.

Tiga orang telah meninggal sejak wabah dimulai di MV Hondius, sebuah kapal pesiar mewah Belanda yang berlayar dari Argentina untuk ekspedisi kutub.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan kembali bahwa "risiko" bagi populasi global adalah "rendah".

Kapten dan 26 kru kapal masih berada di atas kapal dan terus dipantau, dengan Tedros mengonfirmasi bahwa saat ini tidak ada individu yang menunjukkan gejala di atas kapal.

Namun, karena masa inkubansi yang panjang – yakni enam minggu – Tedros memperingatkan bahwa "lebih banyak kasus mungkin akan dilaporkan dalam beberapa hari mendatang ketika para penumpang kembali ke negara mereka."

Para penumpang akan dikarantina dan dites di fasilitas khusus atau di rumah, imbuhnya.

‘Wabah Tidak Meluas’

"Ini bukan berarti wabah meluas; ini menunjukkan bahwa langkah-langkah pengendalian berfungsi, pengujian laboratorium terus berlangsung, dan orang-orang mendapat perawatan dengan dukungan dari pemerintah mereka," kata kepala WHO tersebut.

Kerkhove mengatakan jenazah seorang penumpang yang meninggal masih berada di kapal, dan WHO bekerja sama dengan kapal untuk memastikan penanganan jenazah yang layak.

MEMBACA  Posisi Incyte (INCY) Siap Menghadapi Risiko Patent Cliff, Analis Konfirmasi Kembali Peringkat Saham

Ia menambahkan bahwa WHO juga berkoordinasi dengan para ahli di Argentina, Chili, dan Uruguay untuk memahami wabah dan pola penyebarannya.

Hantavirus biasanya menular melalui hewan pengerat yang terinfeksi. Namun, galur yang bertanggung jawab dalam wabah ini, virus Andes, juga dapat menyebar antarmanusia melalui kontak dekat yang lama, seringkali di lingkungan tertutup.

Pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, dan gejala gastrointestinal seperti mual serta sakit perut, yang muncul antara satu hingga delapan pekan setelah terpapar.

Dalam kasus parah, penyakit ini dapat berkembang cepat menjadi batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru. Belum ada vaksin atau perawatan antivirus spesifik yang disetujui untuk penyakit ini, sehingga perawatan sebagian besar bersifat suportif.

Tinggalkan komentar