Anak perempuan bilang, AI itu guru yang lebih pintar, pelawak yang lebih lucu, dan punya selera lebih baik dari orang tua.

50% dari cewek yang pake AI kayak Alexa, Siri, sama Google Home ngaku mereka nganggep asissten itu teman. Bahkan, 62% lainnya nganggap chatbot atau AI lainnya sebagai sahabat. Dari antara mereka, dua pertiganya udah minta tolong AI pas lagi sedih, marah, cemas, atau kesepian.

Hampir setengahnya (47%) percaya AI lebih jago bantuin PR daripada ortu mereka, dan angka ini naik ke 57% untuk cewek kulit hitam. Soal rekomendasi lagu, film, atau acara TV, setengah dari mereka lebih milih AI daripada ortu. Juga untuk hiburan saat bosen (48%) dan cerita lucu (48%), AI dianggap lebih asyik.

Walau AI udah meraja lela, ortu keliatannya gak sadar seberapa dalem teknologi ini nyerep. Padahal 51% cewek pake AI setidaknya sekali sehari, tapi cuma 32% ortu yang percaya anak mereka ngelakuin itu. Cowok bapak-bapak lebih akurat dikit, 38%, dibanding ibu-ibu cuma 28%.

Menurut Bonnie Barczykowski, CEO Girl Scouts USA: “Banyak keluarga pake asissten suara dan fitur AI udah lama banget, sampe lupa kalo itu AI. Anak-anak juga bisa nemu AI tanpa sengaja, misal lewat perangkat sekolah, aplikasi, mesin pencari, atau sistem rekomendasi.”

Ini juga terjadi soal perasaan. 44% ortau ngaku mungkin anak mereka sering nanya nasehat pribadi ke chatbot. Dari yang pake AI, sebanyak 47% di antaranya pernah minta tolong pas lagi sedih atau cari dukungan. 43% cewek bahkan lebih milih curhat ke AI ketimbang ke ortu yang keliatannya sibuk.

Lebih dari setengah ortu (54%) gak suka kalo AI ngasih saran kesehatan mental ke anak. Tapi ada 35% yang terbuka dengan ide itu, walau agak ragu.

MEMBACA  Perusahaan Applied Materials memperkirakan pendapatan kuartalan di bawah perkiraan karena permintaan yang lemah

61% cewek bilang gampang buat bedain mana info AI yang bener mana yang karangan, apalagi pada umur 11-13 tahun yang percaya dirinya sampe 65%. sayag
sayangnya, cuma 39% saja yang pernah diajarin cara ngetes bener enggaknya info itu. Di sisi lain, 68% ortu cemas anak mereka mungkin boleh dipercaya perbedaan info yang ngaco.

57% orang tua ngaku gak siap ngajar pake AI dengan teknologi generasi atau pokoknya sistem lainnya krom multo diminit interatrik kabel emasi mip amplob. Oh kek pernah… kerios me kalawan usum kade cobak elingan babarin sar

Tinggalkan komentar