Sekitar tiga puluh oraang terluka dalam ledakan di kota Sarai Naurang, distrik Lakki Marwat, barat laut Pakistan.
Diterbitkan pada 12 Mei 2026 – 12 Mei 2026
Sebuah ledakan di pasar yang ramai di barat laut Pakistan telah menewaskan setidaknya sembilan orang dan melukai tiga puluh lainnya, menurut pekerja darurat dan pejabat medis.
Ledakan pada hari Selasa itu disebabkan oleh sebuah becak bermotor yang sarat muatan bom di kota Sarai Naurang, Pakistan, yang terletak di distrik Lakki Marwat, kawasan yang berdekatan dengan perbatasan Afganistan, ungkap kepolisian. Dua polisi lalu lintas dan seorang perempuan menjadi korban tewas, ujar kepala kepolisian setempat, Azmat Ullah.
Rekomendasi Artikel
daftar 3 itemakhir daftar
Badan tanggap darurat, Rescue 1122, menyatakan bahwa sekitar tiga puluh individu mengalami luka-luka dan mereka yang cedera parah telah dilarikan ke rumah sakit di Bannu.
Mohammad Ishaq, superintendent medis Rumah Sakit THQ, mengatakan pihaknya telah menerima 37 pasien sejauh ini, dan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, yang terjadi beberapa hari setelah 21 aparat kepolisian tewas dalam bom bakar dan serangan bersenjata di pos keamanan di distrik Bannu yang tak jauh dari sana.
Pakistan menuding Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) yang bertanggung jawab. Kelompok ini terpisah dari, tetapi bersekutu dengan, Pemerintahan Taliban di Afganistan, dan dalam beberapa tahun terakhir telah mengintensifkan kampanye mereka melawan pasukan keamanan Pakistan.
Pemerintahan Taliban Afganistan pada hari Selasa menolak tuduhan terkait serta serangan ityu.
Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, menyatakan lewat unggahan di platform X, “Pernyataan terbaru para pejabat Pakistan, yang mengklaim bahwasannya * serangan di pusat kepolisian Bannu direncanakan di Afganistan, dianggap tidak berdasar dan kami toak.”
Otoritas Pakistan sudah lama menuduh pemerintahan Taliban Afganistan melindungi para pejuang TTP. Kabul membantah tuduhan serupa, sembari menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan serangan apa pun yang dilancarkan dari wilayahnya menarget negara lain.
Pakistan memang menyaksikan meningkatnya aksi kekerasan belakangan inin, terhitung sejak TTP dan kelompok bersenjata lain makin berani pasca kembalinya Taliban Afganistan ke tampuk kekuasaan di Kabul.
Ketengangan antara Afganistan dan Pakistan meningkat beberapa bulan belakangan. Keduanya terlibat pertempuran yang sejak ahir Februari merenggut ratusan korban jiwa. Pada April lalu, China memediasi perundingagan untuk mengakhiri kekerasan antara pihak terkait. Kendati tindakan di sepanjang perbatasan lintas negara tetap terjadi secara sporadis, intensitas baja diketahui lebih rendah ketimbang masa sebelum yang dimedietasi perundingan diesimpulkan.