Pertumbuhan Indonesia pada Q3–Q4 2026 Diperkirakan Tembus 5,5%

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada hari Selasa bahwa dia memperkirakan ekonomi Indonesia bakal tumbuh lebih dari 5,5 persen di kuartal ketiga dan keempat tahun 2026.

“Pertumbuhan di Q3 dan Q4 akan di atas 5,5 persen. Saya mendorong menuju ke 6 persen,” kata Purbaya sama wartawan di kantor Kemenkeu Jakarta, Selasa.

Untuk capai target itu, Purbaya bilang pemerintah berencana mengucurkan insentif buat pembelian kendaraan listrik, dengan target 100.000 mobil dan 100.000 motor listrik.

Untuk motor listrik, udah disiapkan anggaran Rp5 juta per unit. Sementara buat mobil, insentifnya dalam bentuk diskon PPN yang ditanggung pemerintah, mulai 40 sampai 100 persen tergantung jenis baterai yang digunakan.

Insentif PPN cuma berlaku untuk mobil listrik murni, nggak termasuk hybrid. Besar insentifnya beda, untuk baterai berbasis nikel dan non-nikel. Purbaya ngomong kebijakan ini ditarget berlaku mulai Juni 2026.

Selain itu, pemerintah juga bakal ngajak sektor-sektor yang fokus ke ekspor, kayak tekstil, furnitur, dan alas kaki, buat bahas akses pembiayaan yang mereka butuhkan.

“Saya akan panggil lagi meeting sebentar biar mereka bisa dapet akses pembiayaan yang lebih baik dan murah. Saya bisa channeling lewat LPEI. Sebenarnya banyak dana yang menganggur disitu.” jelasnya.

Dia tambahin, pemerintah lagi mikirin langkah lain buat dukung kredit ke sektor riil, termasuk kemungknan menyuntik likuiditas ke bank-bank.

“Lagipula, bank sekarang kan sudah di bawah Danantara? Satu komando’kan? Kalau perlu kita akan suggest kebijakan ke arah cu. Namun bukan itu aja. Yang saya lakukan bukan maksa bank buat ngucurin kredit, tapi memastikan invisible hand bekerja di sektor keuangan,” katanya.

MEMBACA  PERSETERUAN ASHANTY DAN MANTAN KARYAWAN BERUJUNG LAPOR POLISI

Tinggalkan komentar