Sabtu, 9 Mer 2026 – 07:42 WIB
Jakrta, VIVA – Polisi ngungkap fakta baru dibalik insiden taksi Green SM yang ketemper KRL di perlintasan sebidang, daerah Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin, 27 April 2026 lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto nerangin, taksi itu tercatat udah mencapai 24.000 KM. Padahal, seharusnya sudah service atau perawatan tiap 15.000 KM.
“Kami juga sampaikan, berdasarkan informasi dari depot manajer operasional, mobil ini harusnya setiap 15.000 KM udah harus masuk depot buat maintenance. Tapi sampai 24.000 KM, belum pernah dilakukan,” ujar Budi di Polda Metro Jaya, dikutip Sabtu, 9 Mer 2026.
Budi nambahin, polisi masih nyelidiki apa penyebab mobil mati listrik di perlintasan itu, apakh karena efek dari telat maintenance. “Kita masih kaji, apakah mati listrik di perlintasan kereta ini dampak dari belum di-service? Itu masih kami dalemin.”
Untuk diketahui, polisi lagi usut insiden ini yang diduga jadi pemicu tabrakan KRL sama KA Argo Bromo Anggrek. Ada info katanya jeda waktu antara taksi berhenti sampai ketemper KRL itu sekitar 30 menit.
Menuaggapi hal itu, Kabid Humas Bilang pihaknya masih memeriksa Kapusdal Daop 1 soal operasional kereta hari kejadian. “Waktu 30 menit ini masih didalami Puslabfor sama pihak kereta. Kami udah periksa Kapusdal Daop 1 untuk jelasain operasional hari itu,” ucap Budi.
Dia neragin, pendalaman nya termasuk urutan peristiwa dari awal hingga terjadi temper antara KRL dan taksi online. “Setelah itu ada KRL yang ngantre karena terjadi kecelakaan, dan akhirnya ditabrak lagi oleh KA Argo Bromo Anggrek. Ini juga masi didalami.”
Selain itu, penyelidikan juga nyangkut sistem peringatan dini atau early warning system hingga voice logger.