Atasan Teknologi Goldman Sachs mengatakan ia tidak melacak penggunaan AI, melainkan mengamati seberapa cepat tim menghasilkan sebuah ide.

Kepala informasi Goldman Sachs, Marco Argenti, berfikir bahwa memantau penggunaan AI setiap karyawan itu bukan cara yang tepat untuk ukur apakah AI benar-benar membuat orang lebih produktif.

Di saat perusahaan lain mendorong karyawan pakai AI biar kerja lebih efisien, Argenti punya pendekatan beda. Dia ukur seberapa cepat tim teknisi dia pindah dari ide ke eksekusi.

Meskipun bank investasi ini bisa liat persis berapa banyak AI dipake 12.000 insinyur dia awasin, fokus lebay di detail itu gak membantu, kata Argenti ke Business Insider.

“Itu kayak nonton cuma satu pemain di lapangan,” ujar Argenti. “Oke, pemain ini gerak lebih banyak, tapi kenapa kita gak cetak gol? Ya karena harusnya mereka oper bola.”

Yang lebih efektif, katanya, ukur kecepatan tim ngembangin fitur. Kita bisa liat karena tiba-tiba banyak kerjaan bisa kelar lebih cepet. AI, jelas dia, udah bantu pakai aplikasi buat ganti materi presentasi jadi purwarupa yang bisa dicek langsung.

“Sekarang gak ada selisih waktu antara ide dan awal bikin produk. Ini kayak nge-printernya dari awal,” cetus Argenti.

Sikap Goldman sama AI
Goldman Sachs dalam beberapa tahun udah menerapkan AI lebih dulu. tahun 2024, perusahaan rilis platform GS AI yang pake teknology mirip OpenAI atau Google khusus karyawan, tapi sudah diamankan biar info tertutup gak bocor. Mereka juga punya suruhan bikin fasilitas seperti dashboard khusus. Sistem bernama. “Legend”, hemat waktu karyawan buat nyari data lama tanpa harus ngetik kata kunci sulit atau tahu ada di mana filenya.

Banyak perusahaan di teknologi memang mulai nenekkannsoal pemakaian AI dan seperti dilapork sana sini itu termasuk Google ada juga memli asesment., tapi tentunya bisa tdk paka sesukanya-boleh atau tidak manajiemen kok bergantung direaktirk kebikk ja silcat ya cuplik salahs panglis jumalo secaraa menurut wall street journal”.

MEMBACA  Stigma Kuno Masakan Tionghoa Cepat Pudar di Dunia Restoran Papan Atas: "Kami Berusaha Menghapus Prasangka Ini"

Pimpinan Ekse teckness Consult ACC plis by juli oleh sebult kemarin prioritas bila asan kudu must serta teram ini penting! CEO itu gave jerN dan jama di gelael /melamun perusahaan ‘Menekan pelany jika dari engga dapat reformiat resmi… tidak terkait jamu!! Gbuha araA as ita.’

Biarpun kariawan goldmanc tahu taco d alu masnyerasasi dengan awal ah nyain tetap masih dari jan itu,,akan ujahnyatin bilka stutna be .. Keluhrian,. arg tidak pun iam mu li kepada sez aap blangsabi pi kul?!” heuonw.

dua.

Tinggalkan komentar