Bibit Unggul Bulu Tangkis Indonesia Mulai Diburu, dari Pekanbaru hingga Makassar

Sabtu, 9 Mei 2026 – 03:25 WIB

VIVA – PB Djarum kembali bergerak cari bibit-bibit pebulutangkis masa depan Indonesia lewat Audisi Umum PB Djarum 2026. Tahun ini, pencarian bakat muda dibuat lebih luas dengan mendatangin tiga kota besar yaitu Pekanbaru, Makassar, dan Kudus.

Rangkaian audisi bakal dimulai di Pekanbaru, Riau, pada 7-12 Juli 2026 di GOR Angkasa. Setelah itu, seleksi lanjut ke Makassar pada 4-9 Agustus 2026 di GOR Dafest. Sementara Kudus balik lagi jadi lokasi penutup sekaligus pusat karantina pada 8-13 September 2026 di GOR Djarum.

Audisi kali ini terbuka untuk kategori U-11 sampai KU 12, baik putra maupun putri. PB Djarum berharap langkah memperluas lokasi audisi bisa buka kesempatan lebih besar bagi talenta-talenta muda di luar Pulau Jawa.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, bilang keputusan nambah kota audisi gak lepas dari tingginya antusiasme atlet daerah.

“Dulu kami sempet ngadain audisi di banyak kota. Tahun ini kami balik memperluas jangkauan ke Pekanbaru dan Makassar biar talenta dari Sumatra dan Sulawesi punya kesempatan lebih gede buat unjuk kebolehan,” kata Yoppy.

PB Djarum juga tetap nerapin seleksi ketat demi nemuin calon atlet berkualitas. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, negasin pihaknya bukan cuma cari pemain berbakat secara teknik, tapi juga mental juara.

“Kami mau nemuin atlet yang punya karakter main unik, teknik kuat, dan fighting spirit tinggi. Itu penting buat bentuk pemain kelas dunia,” ujar Sigit.

Tim pencari bakat tahun ini diperkuat beberapa nama besar. Yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran Hendrawan yang untuk pertama kalinya terlibat langsung dalam Audisi Umum PB Djarum sejak gabung sebagai Technical Advisor tahun lalu.

MEMBACA  Top 5 Idol K-Pop Terpopuler dari Boy Group Februari 2024, RIIZE Mendominasi

Menurut Hendrawan, format permainan bulutangkis yang bakal berubah jadi 15 poin x 3 game mulai 2027 bikin aspek teknik makin vital. “Ke depan permainan bakal lebih cepet, jadi teknik, footwork, dan kontrol lapangan jadi faktor utama. Tapi mental dan fighting spirit tetap penting banget,” jelasnya.

Smentara Koordinator Atlet Putra, Leonard Holvy de Pauw, nilai pemain dari Sumatra dan Sulawesi punya keunggulan fisik dan daya juang yang kuat.

Tinggalkan komentar