ETF Sumber Daya Alam Ini Diam-diam Mengungguli S&P 500 Sejak Awal Tahun, Sembari Menawarkan Imbal Hasil 5%

Bacaan Singkat

ETF NDIV (Amplify Natural Resources Dividend Income) — naik 35% sejak awal tahun dengan distribusi bulanan sekitar 5%.

Kinerja NDIV sangat bergantung pada perusahaan tambang emas, terutama Agnico Eagle, yang diuntungkan oleh kenaikan harga emas.

Jika harga minyak turun di bawah $80 per barel, pembayaran dividen bisa menyempit dan pendapatan bulanan NDIV bakal berkurang.

Analis yang meramal NVIDIA di tahun 2010 baru aja kasih daftar 10 saham terbaiknya, dan Amplify Energy & Natural Resources Covered Call ETF tidak termasuk di situ. Dapatkan secara GRATIS di sini.

Amplify Natural Resources Dividend Income ETF (NYSEARCA:NDIV) adalah reksa dana jarang banget muncul di papan kinerja, tapi diam-diam melakukan yang dijanjikan: menggabungkan sumber daya alam internasional dengan pembayaran bulanan yang stabil. Masalah yang ingin diatasi cukup sederhana. Investor yang ingin terkena komoditas dan aset keras biasanya hadapi dua pilihan tidak menarik: main di saham energi satu negara yang volatil, atau terima imbal hasil tipis dari indeks saham luas. NDIV menggabungkan nama-nama pertambangan global, material, dan arus kas industri menjadi pendapatan bulanan.

Angka-angka di balik judul:
Saham NDIV sekitar $35, naik 29% tahun ini dan 40% setahun terakhir. Bandingkan dengan SPDR S&P 500 ETF (NYSEARCA:SPY) yang hanya naik 4% tahun ini — kinerja NDIV lebih unggul secara signifikan.

Dari sisi pendapatan, NDIV membayar distribusi bulanan total sekitar $0,70 per saham hingga April, dengan pembayaran Maret terbaru $0,30. Terhadap harga saham $35, imbal hasil belakang (trailing yield) nyaman di kisaran 5%. Penerimaan investor bercampur: penggemar suka jadwal bulanan dan diversifikasi internasional, sementara kritik anggap biaya 1% terlalu tinggi untuk dana yang sangat bergantung pada komoditas.

MEMBACA  Jurgen Klopp Terkait dengan Madrid, Ini Pendapat Agen-nya

Faktor Makro: Harga Minyak dan Logam Mulia

Pendorong utama NDIV selama 12 bulan ke depan adalah harga komoditas, terutama minyak. WTI crude saat ini di dekat $100 per barel setelah reli April, menempatkannya di persentil ke-96 dari 12 bulan terakhir. Rata-rata 12 bulan cuma $68, jadi harga saat ini memberi arus kas yang lebih tinggi bagi produsen energi dan sumber daya.

Pemicu konkret: kalau harga WTI turun kembali ke bawah $80, divden dari perusahaan energi dan tambang langsung tertekan, dan hitungan pendapatan NDIV jadi suait. Tempat memonitor adalah Laporan Status Petroliem Mingguan EIA setiap Rabu, bersama seri harian WTI dari FRED. Pelajaran dari masa lalu: ketika minyak runtuh dari $114 di awal April ke pertengahan $80-an dalam dua minggu, begini.

FFaktor Mikro: Konsentrasi di Perusahaan Tambang Emas

Dua 2 pemilik *teranggap bAngkit modal saNgsatukan utama NDIV adalah Agnico Eagle Mines (NYSE:AEM) ddan Alamos Gold (NYSE:AGI). Konsentrasi Di p`ertama bAli segala suPrize… and next." Mulai Ke Konvers PEsannya dapat lupa EID The." ystEAm. Ini bocah-baitny gitu AjA }";
Ma Empat ini? kembali baC.TET.api jADi lagI
lanjuTlAn

… beirkutnya ya AAH!! yes mis dan pas R ny UnndikUnd Teks Cepat

Tinggalkan komentar