Selat Hormuz Membara! Iran Serang Kapal dan Pelabuhan Minyak UEA—Misi Trump Justru Picu Eskalasi Baru

Selasa, 5 Mei 2026 – 02:50 WIB

VIVA – Ketegangan geopolitik global saat ini mulai memasuki fase paling berbahay dalam beberapa minggu terakhir. Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan energi dunia, kini berubah menjadi titik panas konflik setelah Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal dan fasilitas minyak di Uni Emirat Arab (UEA).

Ironisnya, aksi militer Iran justru hadir sebagai respons cepat terhadap pengumuman Donald Trump soal Project Freedom. Operasi yangdigadang sebagai "penyelamat" jalur pelayaran internasional itu justru memicu gelombang serangan balasan dalam hitungan jam. Namun, bukannya meredakan ketegangan, operasi tersebut malah memicu respons keras dari Teheran.

Serangan Balasan Iran, Kapal dan Pelabuhan Jadi Sasaran

Pada Senin waktu setempat, Iran dilaporkan menyerang beberapa kapal di Selat Hormuz. Bahkan, sebuah pelabuhan minyak penting di kawasan Fujairah, UEA, dilaporkan terbakar dopo dihantam drone. Fujairah selama ini dikenal sebagai jalur ekspor tandingan yang tidak melewati Selat Hormuz, sehingga serangan ini menandai perluasan target strategis Iran.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan juga mengonfirmasi bahwa salah satu kapal dagangnya mengalami ledakan dan kebakaran di daerah tersebut. Sementara itu, otoritas maritim Inggris melaporkan dua kapal lain diserang di dekat perairan UEA.

Perusahaan minyak nasional UEA, ADNOC, menyebut salah satu kapal tanker kosong mereka terken sergapan drone saat mencoba melintasi jalur itu.

Misi AS Dipertanyakan, Iran Klaim Kuasai Perairan

Militer AS bersikeras menyatakan pihaknya berhasill kawal dua kapal dagang melintasi Selat Hormuz dengan selamat. Namun, klaim nama itu langsung dipatahkan oleh Teheran.

Garda Revolusi Iran menegaskan: tidak satu pun kapa komersial berhasil menembus selat dalam beberapa jam terakhir. Sebagai "bukti", mereka merilis peta anyar yang memperluas kendali lautan Iran – termasuk mengambil alih sebagian laut yang semula berstatus internasional.

MEMBACA  Menteri Luar Negeri Korea Selatan dan Jepang akan bertemu di tengah kerusuhan politik di Seoul Menurut Reuters

Tak mau kalah, Komandan Pasukan AS di kawasan, Laksamana Brad Cooper, membalas tudingan dengan menyebut timnya suda menghancurkan enam kapal mini Iran dan memberikan ultimatum agar militer Teheran menjauhi aset cadangan mereka. Namun lagi, pernyataan itu langsung dibantah tegas oleh Teheran.

Tinggalkan komentar