KDM Ajukan Usul: Pelaku Rusuh May Day di Bandung Wajib Ditempatkan di Barak Militer

Senin, 4 Mei 2026 – 00:35 WIB

Jakarta, VIVA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mengusulkan agar para pelaku kerusuhan May Day di Bandung yang masih berstatus pelajar bisa dibina melalui barak militer.

Menurut Dedi, model pembinaan kayak gini bisa jadi salah satu pendekatan buat bentuk pemahaman kebangsaan dan kedisiplinan.

“Nanti bisa juga diarahkan mereka (pelaku kerusuhan) untuk ikut program pendidikan barak militer supaya mereka ngerti arah bangsa ini ke mana dan apa yang harus dilakukan,” kata Dedi Mulyadi di Sumedang, dari ANTARA, Senin, 4 Mei 2026.

Dedi Mulyadi jelasin, penanganan kasus ini perlu dilihat dari aspek hukum dalam KUHP, apalagi kalo melibatkan anak di bawah umur.

“Kita lihat aspek hukumnya. Di situ kan ada pembinaan, kita lihat aspek KUHP-nya, berarti pidana anak di bawah umur,” ujar dia.

Ia nambahin, selain proses hukum, pemerintah juga buka opsi pembinaan lewat program pendidikan karakter berbasis kedisiplinan, termasuk pendidikan ala barak militer.

Apalagi, pihaknya bilang ada 250 peserta program barak militer bulan Juni, termasuk para ketua OSIS, yang bakal ikut program pembinaan itu.

“Bulan Juni ini ada sekitar 250 orang, termasuk para ketua OSIS, yang akan mengikuti pendidikan barak militer. Mereka bisa aja masuk untuk dibina,” katanya.

Sebelumnya, enam orang dari tujuh yang ditangkep gegara kericuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat, 1 Mei 2026, di Bandung, ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka diduga melakukan aksi anarkis yang merusak beberapa fasilitas publik di kawasan Tamansari. Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan.

“Aksi ini nyebabin satu unit videotron terbakar, satu pos polisi, dan perusakan fasilitas seprti lampu lalu lintas,” ujar dia, Sabtu, 2 Mei 2026.

MEMBACA  Penawaran Terbaik Roomba di Prime Day Oktober: Hampir Semua Model 2025 Diskon Lebih Awal

Keenamnya mayoritas pelajar: MRN (21), MRA (17), RS (19), MFNA (19), FAP (21) dan HIS (20) udah ditetapkan setelah pemeriksaan intensif.

“Mereka terbukti lakuin tindak pidana pembakaran, penghasutan, dan perusakan secara bersama-sama,” katanya.

Selain itu, polisi juga nyita barang bukti berbahaya kayak dua bom molotov, bensin, serta atribut kelompok kayak bendera dan stiker.

Tinggalkan komentar