Makan Nasiri, Satu-satunya Anak yang Masih Hilang dari Sekolah yang Dibom di Iran | Perang AS-Israel Melawan Iran

Orangtua Makan Nasiri, bocah lelaki berusia tujuh tahun, menjadi satu-satunya pihak yang hingga kini belum bisa memakamkan sisa-sisa jasad anak mereka setelah sekolahnya dibom pada hari pertama serangan Iran oleh Amerika Serikat dan Israel, 28 Februari lalu.

Washington tidak mengklaim tanggung jawab atas serangan dahsyat di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh (Pohon yang Baik) di Minab, yang berdekatan dengan pangkalan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Seluruh jenazah telah teridintifikasi oleh para ahli forensik, walau banyak di antaranya hancur berkeping-keping akibat kekuatan bom yang luar biasa, namun tidak ada jejak sekecil apa pun dari Makan yang ditemukan meskipun telah menjalani uji DNA secara akstanif.

Menurut Lembaga Kedokteran Hukum, otoritas forensik tertinggi Iran, sekitar 40 persen dari seluruh jasad yang ditemukan selama perang itu tidak langsung terindentifikasi karena kerusakan parah.

Selengkapnya di IklanVerticalCenter.htmlshowmouseenter delay saat parent class tr-ads-responsive.FlexSlotCenter.tr-ads-has-angle–absoluteclick topenricher.col h2#set-display-block.two.two-elementvertical-list section #start-of-content…

MEMBACA  American Giant Menghadirkan Ulang Hoodie Zip Klasik yang Legendaris

Tinggalkan komentar