Pemerintah Indonesia Rekrut Lebih Banyak Guru untuk Perluasan Sekolah Rakyat

Kementerian Sosial telah mengusulkan untuk merekrut lebih dari 5.000 guru dan 4.000 tenaga pendidik untuk mendukung perluasan program Sekolah Rakyat di Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan di Jakarta pada hari Kamis bahwa usulan ini sudah diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Ia menambahkan bahwa tambahan personil ini di perlukan karena jumlah siswa terus bertambah, yang saat ini sudah mendekati 16.000 orang.

Pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 30.000 siswa baru tahun ini, sehingga totalnya menjadi lebih dari 45.000.

Pada tahun depan, jumlah siswa baru diproyeksikan melebihi 60.000.

“Dengan kata lain, target kami adalah melayani lebih dari 100.000 siswa Sekolah Rakyat pada tahun depan. Karena itu, kami butuh tambahan guru,” ujarnya.

Yusuf menambahkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah diberi kepercayaan untuk menentukan kualifikasi guru dan tenaga kependidikan.

“Namun, akan tetap ada retret dan program pelatihan untuk memastikan kualitas pendidikan bagi siswa kita,” katanya.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini mengadopsi konsep sekolah berasrama dan mengintegrasikan layanan seperti makanan gratis, pemeriksaan kesehatan, asuransi kesehatan, koperasi desa, serta program tiga juta rumah.

Menurut data kementerian, 166 lokasi percontohan telah beroprasi di 38 provinsi sejak Juli 2025, yang melayani sekitar 15.900 siswa dari tingkat SD hingga SMA.

Pemerintah juga sedang membangun 101 lokasi permanen tahun ini sebagai bagian dari target mengembangkan 500 sekolah pada tahun 2029.

MEMBACA  12+ Pengaturan iPhone yang Bisa Diubah untuk Memperpanjang Masa Pakai Baterai (iOS 26 dan Versi Lebih Lama)

Tinggalkan komentar