Menteri Pertahanan Dorong Prajurit Jaga Kerukunan Masyarakat

Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, mendorong personel batalyon teritorial pembangunan (YTP) untuk terus jaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal.

“Semua prajurit harus selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan hindari tindakan yang bisa menyakiti rakyat,” katanya.

Sjamsoeddin menyampaikan hal itu saat kunjungan ke satuan tentara di Indramayu dan Garut, Jawa Barat, pada Rabu, berdasarkan pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dia bilang pembentukan YTP di berbagai daerah bertujuan mendukung masyarakat melalui ketahanan pangan, keamanan publik, dan pembangunan infrastruktur.

“Prajurit Indonesia berasal dari rakyat, dibesarkan oleh rakyat, dan harus sepenuhnya mengabdi untuk kepentingan rakyat, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan personel untuk menjunjung Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.

“Prajurit harus tingkatkan kemampuan dan gunakan keterampilan mereka untuk hadapi berbagai ancaman terhadap negara serta lindungi seluruh penduduk,” tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Donny Pramono bilang tentara telah membentuk 155 unit YTP di seluruh negeri untuk mendukung program pembangunan.

Rencana jangka panjangnya merencanakan sekitar 750 unit, terdiri dari 593 batalyon teritorial pembangunan dan 157 batalyon tempur serta bantuan.

Unit-unit ini memiliki tugas memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pertanian dan peternakan, berikan layanan kesehatan, bangun infrastruktur desa, dan bantu mitigasi bencana.

MEMBACA  Penyesuaian Pengangkatan Honorer Setiap 5 Tahun, BKN Meminta Semua Pihak untuk Bergerak, PPPK Diminta Mengembalikan ke Sekolah...

Tinggalkan komentar