Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menerima komitmen investasi sekitar Rp570 triliun (US$32,3 miliar) dari Jepang dan Korea Selatan, yang menunjukan minat asing yang kuat terhadap ekonomi terbesar di Asia Tenggara, kata para pejabat.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani melaporkan angka tersebut dalam pertemuan dengan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Presiden juga menerima laporan perkembangan komitmen investasi dari Jepang dan Korea Selatan, totalnya sekitar Rp570 triliun,” kata Teddy pada Rabu.
Dalam pertemuan itu, Rosan juga memaparkan realisasi investasi sepanjang 2025, serta proyeksi dan peluang untuk 2026, yang menunjukkan tren positif di berbagai sektor strategis.
Pemerintah terus mendorong realisasi investasi yang lebih cepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah melalui program hilirisasi industri yang berkelanjutan.
Rosan, yang juga menjabat sebagai CEO dana kekayaan negara Danantara, mengatakan realisasi investasi pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp498,79 triliun, melebihi target Rp497 triliun.
“Itu merupakan kenaikan 7,22 persen year-on-year, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 pekerja, naik 18,93 persen year-on-year,” kata Rosan kepada wartawan setelah pertemuan.
Dia menambahkan bahwa investasi domestik dan asing memberikan kontribusi yang hampir sama terhadap total arus masuk.
Investasi dalam negeri menyumbang sekitar 49,89 persen, sementara investasi asing berjumlah Rp249,94 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 50,37 persen berlokasi di luar Jawa dan 49,63 persen di Jawa, setara dengan Rp247,53 triliun.
Rosan mengatakan lima sumber utama investasi asing adalah Singapura sekitar US$4,6 miliar, Hong Kong US$2,7 miliar, Cina US$2,2 miliar, Amerika Serikat US$1,7 miliar, dan Jepang US$1 miliar.
Dia juga menyoroti sektor-sektor yang menarik arus masuk terbesar, termasuk logam dasar, jasa lainnya, pertambangan, perumahan, kawasan industri, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi.
Berita terkait: Kunjungan negara ke Jepang, Korea Selatan amankan US$33,89 miliar
Berita terkait: Indonesia, Jepang bahas pengelolaan mangrove, investasi karbon
Penerjemah: Fathur Rochman, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026