Wakil Presiden Tetapkan Pelabuhan Nabire sebagai Pusat Ekonomi Regional yang Strategis

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyerukan pengembangan Pelabuhan Nabire di Papua Tengah sebagai hub strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Hal ini menekankan perlunya perencanaan infrastruktur terpadu untuk meningkatkan logistik dan konektivitas.

“Pemda Papua Tengah harus menyusun rencana pembangunan yang fokus dan berkelanjutan, memanfaatkan keberadaan Pelabuhan Nabire sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kunci,” kata Gibran dalam pernyataannya pada Senin setelah kunjungannya ke pelabuhan tersebut.

Ia mengatakan rencana tersebut harus mengintegrasikan logistik, perdagangan, dan konektivitas antarwilayah. Hal ini untuk memastikan manfaat pembangunan pelabuhan menjangkau segment masyarakat yang lebih luas dan mendukung kemajuan daerah yang merata.

Gibran menambahkan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat infrastruktur konektivitas dan transportasi, termasuk pelabuhan, sebagai tulang punggung distribusi barang dan pembangunan di Indonesia timur.

Dalam kunjungan tersebut, pejabat setempat memberitahukan kepada wapres bahwa pelabuhan yang ada saat ini memiliki panjang sekitar 227 meter dan lebar 12 meter, yang melayani kapal dengan panjang antara 144 hingga 177 meter.

Keterbatasan ini membatasi kapasitas tambatan, memaksa kapal kargo menunggu di lepas pantai ketika ada kapal penumpang yang bersandar, karena penambatan secara bersamaan saat ini belum memungkinkan.

Otoritas lokal juga menyoroti perlunya penambahan trestle dan menunjuk pada kapasitas pelabuhan yang belum mencukupi untuk menangani volume kontainer yang lebih besar.

“Karena kontainer yang kita bongkar sudah menggunakan ukuran 40 kaki, ukurannya menyebabkan mereka tidak bisa saling berpapasan,” ujar Ewanggen Kokoya, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Nabire.

Untuk mengatasi kendala ini, pejabat telah mengusulkan perpanjangan dermaga dan penambahan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas.

MEMBACA  Malut United dan Persebaya Gagal Tampil di ACC Shopee Cup 2024/25, Ini Penjelasan LIB Menjadi: Malut United dan Persebaya Tak Lolos ke ACC Shopee Cup 2024/25, Ini Penjelasan Resmi LIB

Kokoya menekankan peran strategis pelabuhan dalam mendukung logistik di seluruh wilayah, dengan catatan bahwa pelabuhan ini melayani delapan kabupaten di sekitarnya.

“Mengingat ini adalah pelabuhan utama kami yang melayani delapan kabupaten, sekitar 80 persen kebutuhan masyarakat bergantung pada pelabuhan ini,” katanya, menyoroti pentingnya pelabuhan bagi rantai pasok regional dan aktivitas ekonomi.

Berita terkait: Wapres Gibran tinjau bandara Nabire, kini bisa layani pesawat Boeing

Berita terkait: Papua Tengah akan perpanjang landasan Bandara Douw Aturure Nabire

Penerjemah: Prisca Triferna, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar