Menteri Dalam Negeri Indonesia Mengingatkan Bahaya Urbanisasi yang Terlalu Cepat

Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Indonesia memperingatkan bahwa urbanisasi yang tidak terkendali dapat memicu peningkatan kriminalitas, kesenjangan sosial, dan penurunan standar hidup. Dia mendesak kota-kota untuk menerapkan strategi pembangunan yang terencana dan berkelanjutan.

Menteri Tito Karnavian menyatakan kota merupakan mesin ekonomi vital, namun juga sangat rentan terhadap masalah sosial jika pertumbuhannya tidak dikelola dengan baik.

“Kalau tidak ditangani dengan tepat, sebagian kelompok masyarakat akan tertinggal. Tanpa pendidikan dan daya saing, mereka bisa terjerumus ke tindak kriminal,” ujarnya dalam pernyataan pada Senin.

Dia menekankan bahwa intervensi yang tepat waktu sangat penting untuk memastikan pertumbuhan kota tetap produktif, inklusif, serta mampu meningkatkan kualitas hidup warga.

Pernyataan itu disampaikan Karnavian saat menghadiri pertemuan regional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Banda Aceh.

Dia mengingatkan bahwa urbanisasi liar dapat menyebabkan meluasnya permukiman kumuh, lonjakan angka kejahatan, dan tekanan biaya hidup di kota-kota besar.

Kota memainkan peran strategis dalam perekonomian Indonesia dan menjadi tempat tinggal sebagian besar penduduk, sehingga pengelolaan yang efektif sangat krusial.

“Jika pembangunan kota tidak direncanakan dengan benar, dampak jangka panjangnya bisa serius, mulai dari naiknya biaya hidup sampai penurunan kualitas hidup secara keseluruhan,” tambah Karnavian.

Dia menegaskan pentingnya tata ruang yang disiplin, dengan menyatakan kota harus dikembangkan berdasarkan desain yang jelas, bukan tumbuh tanpa arah.

“Kota yang baik adalah kota yang didesain, bukan kota yang tumbuh semaunya,” katanya.

Menteri itu juga mengingatkan agar tidak menerapkan kebijakan yang tidak konsisten, khususnya alih fungsi ruang terbuka hijau menjadi kawasan komersial, yang dapat meningkatkan risiko seperti banjir.

Dia menambahkan, banyak kota di Indonesia masih kurang ramah bagi pejalan kaki dan kekurangan ruang terbuka hijau yang memadai. Padahal, kedua hal ini kunci untuk meningkatkan kondisi hidup perkotaan.

MEMBACA  Kostum Kostumisasi Baru Marvel Rivals Dijual dengan Harga yang Wajar, Namun Ada Masalah

Karnavian mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat perencanaan, menjaga keseimbangan lingkungan, dan memastikan pembangunan kota memberi manfaat bagi semua warga.

Berita terkait: Indonesia siapkan rencana aksi antisipasi peningkatan urbanisasi

Berita terkait: Indonesia harus manfaatkan bonus demografi, kata menteri

Penerjemah: Fianda, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar