Kementerian Dorong Kolaborasi Kelola Sampah Berbasis Teknologi

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi bersama Kementerian Lingkungan Hidup mendorong kerjasama antar pihak berwenang pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis teknologi.

“Pengelolaan sampah harus didorong dengan pendekatan yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta melibatkan sektor swasta agar sistem punya nilai ekonomi dan bisa mandiri,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam pernyataan pada Sabtu.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono juga menekankan urgensi untuk mempercepat pengelolaan sampah, khususnya di kawasan perkotaan padat penduduk.

“Akumulasi sampah sangat tinggi sementara kapasitas pengolahannya masih terbatas sekali,” ujarnya mengenai tantangan yang dihadapi kota-kota di Indonesia.

Dia mencatat bahwa pemerintah perlu mempercepat pemilahan sampah dari sumbernya untuk meringankan beban fasilitas hilir.

Kementerian Lingkungan Hidup telah menyajikan pemetaan lokasi-lokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dapat dikembangkan menjadi TPS Reduce, Reuse, Recycle (3R) atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Berdasarkan upaya pemetaan bersama antara kementerian dan pemerintah daerah, ratusan lokasi TPS telah teridentifikasi berpotensi untuk dikembangkan, meski sebagian besar masih memerlukan peningkatan kapasitas dan fungsionalitas.

Pihak berwenang juga menyoroti pentingnya mengoptimalkan rantai pengelolaan sampah dari pemilahan tingkat sumber hingga ekosistem daur ulang.

Pendekatan ini bertujuan mengurangi beban pengolahan di fasilitas primer sembari meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan.

Beberapa inisiatif proyek percontohan saat ini sedang berjalan, termasuk pengelolaan sampah organik melalui kemitraan dengan pelaku usaha dan komunitas lokal, yang berpotensi untuk direplikasi lebih luas.

Seperti diarahkan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mempercepat pengembangan dan pengujian teknologi pengolahan sampah skala mikro.

Rencana ini awalnya disampaikan dalam rapat mengenai pengelolaan sampah nasional yang diadakan di Istana Negara pada awal Februari lalu.

MEMBACA  Profil Sulthon Kamil, Vokalis Harum Manis, Tersangkut Dugaan Kasus Pelecehan

Ke depannya, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan solusi konkret bagi persoalan sampah perkotaan.

Kementerian juga akan mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi yang mendukung ekonomi sirkular berkelanjutan.

Berita terkait: Indonesia targetkan akhiri open dumping pada Juli 2026

Berita terkait: Kementerian dorong kolaborasi pengelolaan sampah berbasis teknologi

Penerjemah: Sean Filo M, Resinta Sulistiyandari
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar