Jakarta (ANTARA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan audit teknologi terhadap dinding penahan tanah berbasis Panel Beton Paralel (PCP), yang merupakan solusi pelindung pantai yang ramah lingkungan, efisien, dan stabil.
Insinyur BRIN Affandy Hamid mengatakan dalam pernyataan di Jakarta pada Jumat bahwa audit itu menggunakan pemodelan mekanika struktur untuk membandingkan dua desain tie rod: diagonal yang dipatenkan (Tipe A) dan alternatif horizontal BRIN (Tipe B).
“Inovasi ini merupakan alternatif yang menjanjikan untuk pengembangan infrastruktur pantai berkelanjutan,” ujarnya.
Hamid menjelaskan bahwa penelitian menunjukkan struktur PCP menawarkan beberapa kelebihan dibanding konstruksi konvensional, termasuk pengurangan penggunaan beton, kemudahan pembangunan, dan efisiensi ruang yang lebih baik.
Struktur itu juga memungkinkan penggunaan material urug lokal, yang semakin mendukung konsep infrastruktur hijau.
Selain itu, Shafan Abdul Aziz, insinyur BRIN lainnya, juga menilai bahwa PCP memiliki potensi besar sebagai solusi perlindungan pantai yang lebih efisien dan ramah lingkungan sambil mempertahankan stabilitas struktur yang baik.
“Hasil simulasi menunjukkan bahwa struktur PCP tetap stabil tanpa memerlukan pondasi tiang tambahan asalkan kondisi tanah fondasi memenuhi persyaratan tertentu. Ini menambah nilai dalam pengurangan biaya konstruksi dan mempercepat proses pembangunan,” jelasnya.
Aziz menerangkan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko kerusakan di wilayah pesisir Indonesia akibat perubahan iklim, yang ditandai dengan abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah.
Dengan garis pantai yang sangat panjang, Indonesia membutuhkan inovasi infrastruktur yang tidak hanya kuat tetapi juga berkelanjutan, katanya.
Ke depannya, tim teknik BRIN merekomendasikan pengujian lebih lanjut melalui eksperimen fisik untuk memvalidasi hasil pemodelan numerik, disertai dengan kajian komprehensif mengenai ketahanan material terhadap korosi jangka panjang.
Berita terkait: BRIN bangun pemecah gelombang untuk lindungi daerah pesisir dari abrasi
Berita terkait: Badan Geospasial temukan gunung laut di perairan Pacitan
Berita terkait: BRIN sebutkan kemungkinan penyebab abrasi Pantai Amurang
Penerjemah: Sean Filo Muhamad, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026