Menteri Dorong SPPG Sumberkan Pangan Lokal Dukung Ekonomi Desa

Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makanan Bergizi Gratis untuk membeli bahan-bahan dari desa. Hal ini bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

“SPPG harus mengadakan barang dari desa, baik dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi desa, ataupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujarnya dalam kunjungan kerja pada Jumat.

Kebijakan ini, kata dia, bertujuan menciptakan rantai ekonomi yang saling menguatkan.

Menurut beliau, program makan gratis tidak hanya meningkatkan kesehatan anak, tetapi juga mendukung pertumbuhan usaha desa dan memajukan kedaulatan pangan.

“Usaha desa bekerjasama, sehingga ekonomi desa tumbuh, anak-anak jadi sehat, dan kedaulatan pangan tercapai,” jelasnya.

Dia menambahkan, mengintegrasikan program gizi dengan upaya penguatan ekonomi desa merupakan langkah strategis menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dia mencatat, melibatkan usaha desa langsung dalam penyediaan bahan baku makanan untuk SPPG mempersingkat rantai pasok, meningkatkan efisiensi, serta berdampak langsung pada mata pencaharian masyarakat pedesaan.

“Program makanan bergizi ini bukan cuma tentang memberi makanan, tetapi tentang membantu membangun masa depan Indonesia yang kuat,” kata Hasan.

Data Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan dari 28.562 unit SPPG yang direncanakan, sebanyak 23.597 unit telah beroperasi. Angka ini mewakili 83 persen dari total target.

Namun, baru 7.204 unit SPPG di seluruh Indonesia yang telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Nusa Tenggara Barat memiliki tingkat sertifikasi tertinggi di antara unit SPPG yang beroperasi, yaitu 65,64 persen.

Program Makanan Bergizi Gratis, salah satu inisiatif andalan pemerintahan Prabowo-Gibran, dipandang sebagai investasi strategis untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Program ini juga mendukung misi Asta Cita untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.

MEMBACA  Festival Belanja Lokal 2024 Kembali, Manfaatkan Diskon BRI ini

Berita terkait: Investasi publik Rp54 triliun percepat perluasan dapur MBG

Berita terkait: BGN peringatkan 2.100 dapur MBG untuk perbaiki layanan

Penerjemah: Sugiharto, Kenzu
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar