Status Baru Para Ultra-Kekayaan: Koleksi Mulai dari Gitar Rp 213 Miliar hingga Anggur Rp 12 Miliar

John Kapon sudah tau kalau botol anggur 1945 Domaine de la Romanée-Conti yang dijual di lelang perusahaannya di New York bulan lalu akan laku mahal. Soalnya, cuma ada 600 botol anggur burgundy itu yang dibuat di tahun 1945, tahun berakhirnya Perang Dunia II, dan dianggap salah satu anggur terbaik sepanjang masa.

Tapi, tetap aja dia kaget waktu botolnya terjual dengan harga $812,500—mecahkan rekor dunia baru untuk harga botol anggur di lelang. Harganya hampir 50% lebih tinggi dari rekor sebelumnya untuk botol yang sama di tahun 2018. “Kelangkaan memang faktor utama,” kata Kapon. “Untuk barang yang sangat langka dan tua, orang-orang gak terlalu peduli harganya.”

Anggur bukan satu-satunya barang koleksi yang harganya naik pesat di lelang. Bulan lalu, gitar hitam Fender Stratocaster tahun 1969 milik David Gilmour dari Pink Floyd terjual $14,55 juta di lelang Christie’s. Harganya lebih dari dua kali lipat rekor gitar sebelumnya yang $6 juta. Beberapa minggu sebelumnya, kartu Pokémon Pikachu Illustrator yang langka, dijual oleh Logan Paul dengan harga $16,5 miliar—tiga kali lipat harga belinya di 2021.

Persamaan barang-barang itu adalah mereka sangat langka dan punya cerita unik. Untuk anggur Domaine de la Romanée-Conti tadi, semakin lama semakin sedikit botol yang tersisa, mungkin tinggal beberapa botol saja.

Indeks Acker’s Fine and Rare, yang melacak 100 anggur top di lelang, naik 11% di tiga bulan pertama tahun ini. Koleksi lain juga naik harganya di level tinggi: Platform kartu dagang TCGplayer laporkan banyak kartu langka dapat kenaikan harga besar di 2025. Situs jual alat musik Reverb juga temukan nilai alat musik vintage naik 10% sampai 30% tahun lalu. Pasar koleksi unik ini berbeda dengan pasar seni yang tumbuh lambat, cuma 4% tahun lalu.

MEMBACA  Suku bunga CD terbaik hari ini, 3 Mei 2025 (rekening terbaik memberikan 4,40% APY)

Mengoleksi barang istimewa memang bukan hal baru. Tapi bukan cuma kelangkaan yang naikkan harga. Cerita di balik barang itulah yang buat jadi sangat berharga. Soal gitar Gilmour, Nathalie Ferneau dari Christie’s bilang, “Gitar itu jadi seperti barang legenda yang dicari-cari.” Gitar itu bagian dari koleksi Jim Irsay, miliuner pemilik tim football Indiana Colts.

Gitar itu diubah oleh Gilmour sendiri, leher gitarnya diganti dan dibor. Perubahan seperti ini biasanya turunkan nilai, tapi tidak untuk gitar ini, karena modifikasi itu menunjukkan itu gitar yang Gilmour suka gunakan untuk album-album ikoniknya. “Bagi penggemar sejati, itu malah bikin lebih menarik,” kata Ferneau.

Untuk kartu Pokémon tadi, nilainya datang dari kondisi aslinya yang sempurna. Logan Paul juga jual kartunya dalam kalung khusus yang pernah dipakainya, dan dia akan antar sendiri ke pembelinya.

Gak semua barang koleksi mahal cuma untuk dipajang atau dijual lagi. Contohnya anggur, ya untuk diminum. Kolektor gitar juga suka kumpul dengan teman dan memainkan gitarnya, bukan cuma dipajang seperti lukisan Monet. “Itu jadi bahan obrolan yang bagus,” kata Martin Nolan dari rumah lelang Julien’s.

Faktor lain di balik naiknya barang koleksi: Barang yang benar-benar unik memberi kesempatan bagi orang super kaya untuk tampil beda di antara barang-barang mewah yang serupa. “Barang mewah tradisional mulai kurang menarik,” kata profesor pemasaran Silvia Bellezza. “Orang-orang dengan uang paling banyak beralih dari barang seperti itu. Mereka tetap ingin pamer status, tapi dengan cara yang lebih canggih.”

Tinggalkan komentar