Walau bulan April menandai musim semi di belahan bumi utara, sejumlah layanan streaming ternama justru seperti menganggap ini momen yang tepat untuk mencicipi suasana horor. Bagaimana lagi menjelaskan kemunculan film-film gelap nan eksklusif seperti 28 Days Later: The Bone Temple di Netflix, Weapons di Prime Video, atau Shelby Oaks di Hulu? Bagi yang menginginkan tontonan Halloween di luar musim dengan nuansa film kelas B yang campy alih-alih horor serius, layanan spesialis horor Shudder menghadirkan Deathstalker, reboot dari serial tahun 80an yang nyaris terlupakan dengan segala ke-"keju"-annya.
Namun, kenyataan kerap lebih menyeramkan dari fiksi, seperti yang ditunjukkan Louis Theroux dalam Inside the Manosphere—film dokumenter pertamanya dengan Netflix yang menyelami sisi gelap media sosial dan dunia influencer pria yang toksik. Dan jika itu membuat Anda ingin menonton sesuatu yang lebih ringan, syukurlah Zootopia 2 telah hadir di Disney+—lengkap dengan karakter kelinci yang cocok untuk citra musim semi.
Berikut rekomendasi film terbaik dari WIRED untuk ditonton saat ini.
28 Years Later: The Bone Temple
Film keempat dalam serial horor pasca-apokaliptik ini beralih fokus dari zombie amuk ke ancaman yang lebih berbahaya: manusia. Memang klise "manusia adalah monster sejati" bukanlah hal baru, tapi The Bone Temple menawarkan twist unik. Spike (Alfie Williams), seorang penyintas, terjebak bersama geng pembunuh yang dipimpin "Sir Lord" Jimmy Crystal (Jack O’Connell), seorang penganut setan yang gila. Penjahat ini terinspirasi dari presenter TV Inggris yang tercemar, Jimmy Savile, yang kejahatan seksualnya belum terungkap saat wabah awal di 28 Days Later, menambah sentimen horor dunia nyata.
Satu-satunya harapan Spike mungkin terletak pada Dr. Ian Kelson (Ralph Fiennes), yang eksperimennya untuk menyembuhkan zombie alpha Samson (Chi Lewis-Parry) bisa jadi menjadi harapan terakhir umat manusia. Sutradara Nia DaCosta menghadirkan bab yang berdiri sendiri dan layak mendapat pujian atas penggunaan lagu Iron Maiden "Number of the Beast" yang brilian.
Louis Theroux: Inside the Manosphere
Keheningannyalah yang mengena. Louis Theroux selalu tahu kapan harus diam dan membiarkan subjeknya membuka diri sendiri. Teknik andalannya ini jarang seefektif dalam petualangan terbarunya: menyelami subkultur "manosphere" daring, tempat "alfa" self-proclaimed menawarkan nasihat toksik tentang menjadi "pria sejati". Dengan pendekatan kalemnya, Theroux membiarkan mereka berbicara, mengekspos pandangan misoginis dan ekstrem yang mengejutkan. Yang lebih memilukan adalah pengakuan bahwa bagi banyak dari mereka, maskulinitas performatif ini hanyalah tipuan besar, dan bagaimana mereka merasionalisasi kerugian yang ditimbulkan demi uang. Tontonan yang suram tapi mengikat.
Crime 101
Mike (Chris Hemsworth) adalah pencuri permata terbaik—perencana ulung yang tidak meninggalkan jejak. Ini membuat detektif LAPD Lou Lubesnick (Mark Ruffalo) frustasi. Di tempat lain, Sharon (Halle Berry), eksekutif di perusahaan asuransi yang merasa diremehkan, menjadi orang dalam yang sempurna untuk membantu Mike merampok berlian senilai $11 juta. Namun, ketika Lou menemukan bukti terkait masa lalu Mike dan biker brutal Ormon (Barry Keoghan) ingin merebut hasil curiannya, perencanaan sehebat apa pun tak bisa mencegah segalanya spiral di luar kendali.