Para pemegang saham OpenAI pernah memecat Sam Altman sebelumnya, dan kini mereka mempertimbangkan untuk melakukannya lagi. Menurut Wall Street Journal, beberapa pendukung OpenAI mulai mempertanyakan apakah Altman—yang perhatiannya semakin tersita oleh proyek-proyek sampingan—merupakan orang yang tepat untuk membawa perusahaan ini go public. Alih-alih, mata mereka kini tertuju pada seorang eksekutif teknologi ternama lainnya.
Keraguan mengenai kesiapan Altman menjadi CEO perusahaan publik rupanya bermula dari pemecatan pertamanya dulu, ketika beberapa anggota dewan OpenAI mempertanyakan beberapa investasi lain Altman. Altman, yang mengklaim tak memiliki saham di OpenAI agar tak terdorong motivasi finansial, memperoleh sebagian besar pendapatannya dari proyek-proyek lain—dan ia semakin berusaha agar pekerjaan utamanya membiayai proyek sampingannya.
Berdasarkan Journal, Altman baru-baru ini meminta dewan OpenAI untuk memimpin putaran pendanaan Helion Energy, startup fusi nuklir di mana Altman merupakan pemegang saham besar dan, hingga beberapa minggu lalu, menjadi anggota dewan. Ia mengundurkan diri agar kemitraan antara OpenAI dan Helion dapat berlanjut. Altman juga dilaporkan ingin OpenAI memberikan dukungan finansial kepada pembuat roket baru Stoke Space, dan suatu waktu mengajukan akuisisi terhadap perusahaan tersebut. Altman memiliki saham di pesaing SpaceX ini melalui firma modal ventura-nya, Hydrazine.
OpenAI telah memutuskan secara internal untuk berhenti menghabiskan waktu untuk proyek sampingan, dan akan fokus pada produk intinya. Namun, tampaknya hal ini tidak berlaku bagi Altman, yang tak bisa menahan diri untuk tetap menyelami berbagai hal. Selain tertarik di bidang antariksa dan energi, Altman juga memiliki perusahaan verifikasi manusia yang menyeramkan, World. Meski belum secara eksplisit menyatukan OpenAI dan World, keduanya merupakan pasangan yang cukup jelas, bahkan bisa dibilang bersimbiosis.
Hal ini mungkin makin diperburuk oleh fakta bahwa Altman sendiri sepertinya tidak yakin dirinya cocok menjadi CEO untuk masa IPO. Dalam penampilannya di podcast Big Technology, Altman berkata ia “nol persen” bersemangat menjadi pimpinan perusahaan publik. “Apakah saya bersemangat jika OpenAI menjadi perusahaan publik? Di satu sisi ya, tapi di sisi lain saya pikir itu akan sangat menyebalkan,” ujarnya.
Pasti menyebalkan juga bagi dewan bahwa CEO mereka saat ini sepertinya membenci pekerjaannya. Tak heran mereka dikabarkan mencari kandidat lain. Menurut Wall Street Journal, calon favorit saat ini untuk mengisi posisi itu adalah ketua dewan OpenAI sekaligus mantan co-CEO Salesforce, Bret Taylor—orang yang ikut menciptakan Google Maps, pernah menjabat sebagai CTO di Facebook, dan menjadi ketua Twitter sebelum dibeli Elon Musk. Latar belakang yang sangat beragam, namun perbedaan antara Taylor dan Altman tampaknya adalah Taylor fokus pada satu peran dalam satu waktu, sementara Altman ingin mengerjakan semuanya sekaligus.