Dubes India Temui Wakil Menteri Sudaryono Bahas Prospek Impor Urea

Jakarta (ANTARA) – Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono guna membahas rencana impor pupuk urea dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pertanian India.

“Kami membahas upaya mendukung India dalam memastikan kebutuhan pasokan ureanya, di mana Indonesia merupakan salah satu sumbernya,” kata Sudaryono pada Kamis.

Dia menyampaikan bahwa Indonesia dan India memiliki hubungan sejarah dan budaya yang erat, serta kerjasama ekonomi yang kuat dan saling menguntungkan di berbagai sektor pembangunan.

Berdasarkan perhitungan pemerintah, Indonesia memiliki surplus urea sekitar 1,5 juta ton, yang dapat dialokasikan untuk ekspor setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

Kelebihan produksi ini memungkinkan Indonesia memenuhi permintaan dari negara-negara sahabat, termasuk India, yang membutuhkan pasokan pupuk untuk musim tanam mendatang.

Namun, Sudaryono menegaskan pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri sebelum mempertimbangkan ekspor untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan produksi pertanian yang stabil.

Dia menjelaskan bahwa musim tanam India, yang berlangsung dari Juli hingga September, bertepatan dengan periode kegiatan tanam yang relatif rendah di Indonesia, sehingga memberikan ruang untuk pengaturan pasokan.

Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mengekspor urea ke India, namun tetap berkomitmen menyeimbangkan permintaan domestik dengan peluang pasar internasional.

Rincian teknis mengenai volume, waktu pengiriman, dan mekanisme kerjasama akan dibahas lebih lanjut antara perusahaan pupuk nasional Indonesia dengan mitra industri pupuk di India.

Sudaryono menyampaikan bahwa perusahaan pupuk BUMN, PT Pupuk Indonesia, saat ini memiliki kapasitas produksi total 14,65 juta ton per tahun, terdiri dari 9,36 juta ton urea, 4,52 juta ton NPK, 750.000 ton ZA, dan 20.000 ton ZK per tahun.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyambut baik peluang kerjasama ini dan menegaskan kesiapan India untuk mengimpor pupuk dari Indonesia melalui skema government-to-government.

MEMBACA  Pilihan Wakil Presiden Trump, JD Vance, Membela Penyebaran Berita Palsu tentang Migran | Berita Pemilihan Presiden AS 2024

“Jika ada surplus, kami akan sangat senang membelinya dari Indonesia melalui skema kerjasama pemerintah ke pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, Sudaryono juga bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, pada Rabu (15 April), di mana mereka membahas potensi kerjasama di sektor pertanian, khususnya impor pupuk urea dari Indonesia, di tengah dinamika global yang mempengaruhi rantai pasok pupuk.

Berita terkait: Indonesia pertimbangkan ekspor pupuk urea ke empat negara
Berita terkait: Indonesia akan ekspor urea ke 3 negara imbas penutupan Selat Hormuz
Berita terkait: Pasar global beralih ke pupuk Indonesia amid gangguan: Pemerintah

Penerjemah: Muhammad Harianto, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar