Rusia dan China Unggul dari Amerika Serikat

Selasa, 14 April 2026 – 22:04 WIB

Jakarta, VIVA – Amerika Serikat (AS) disebut ketinggalan dari Rusia dan China dalam pengembangan drone militer atau pesawat tempur nirawak yang menggunakan tenaga kecerdasan buatan (AI).

Laporan New York Times, yang mengutip pejabat pertahanan dan intelijen AS anonim, menyebut drone generasi terbaru ini bisa mengidentifikasi serta menyerang target dan mengkoordinasi serangan tanpa perlu campur tangan manusia.

Sebuah parade militer di Beijing pada September 2025 yang pamer banyak drone otonom membuat pejabat Pentagon yakin bahwa program AS untuk drone tempur tanpa awak sudah tertinggal dari China.

Koran itu juga mengutip sumber yang bilang Rusia “dianggap lebih maju dalam membangun pabrik untuk produksi drone canggih,” dan memanfaatkan medan perang Ukraina untuk uji coba dan penyempurnaan.

Sementara itu, China mengejar kebijakan “integrasi sipil-militer,” dengan melibatkan perusahaan teknologi komersial dan startup dalam pengadaan militer, penelitian bersama, dan proyek lain dengan lembaga pertahanan.

New York Times menambahkan, “dominasi manufaktur China memungkinkan mereka memproduksi senjata otonom dalam skala besar yang tak bisa ditiru Pentagon.”

Contohnya adalah pesawat nirawak jet kelas berat Jiutian (Langit Tinggi) buatan China, yang dirancang sebagai ‘kapal induk’ dan sukses diuji akhir tahun lalu. Drone dari Aviation Industry Corporation of China (AVIC) ini diklaim mampu membawa hingga 100 pesawat kamikaze kecil berpandu AI, plus berbagai amunisi udara-ke-darat dan udara-ke-udara.

Laporan itu juga mencatat kemajuan Rusia dalam melengkapi amunisi jelajah Lancet-nya dengan fitur penargetan otonom. Meski AS sudah menggelontorkan miliaran dolar untuk mengejar ketertinggalan.

“Sistem pengadaan Pentagon, yang bergantung pada kontraktor lama dan proses panjang, terbukti tidak efisien,” tulis publikasi tersebut.

MEMBACA  Adobe Premiere Pro akan mendapatkan alat video AI - dan mungkin Sora dari OpenAI

Pada September 2025, CNN mengutip Mayor Jenderal Curt Taylor yang juga menyebut Washington berusaha mengejar ketertinggalan dalam produksi drone militer.

Halaman Selanjutnya

Menurut CNN, kontraktor pertahanan AS belum bisa memproduksi drone yang kecil dan murah, karena industri selama ini fokus pada sistem besar dan mahal seperti jet dan tank.

Tinggalkan komentar