Judul: Saat Anwar Ibrahim Singgung Bung Hatta dalam Wacana Perkoprasian

Senin, 15 Juni 2026 – 00:11 WIB

Kuala Lumpur, VIVA – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyoroti semangat tokoh koperasi, tokoh proklamasi, sekaligus Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung Hatta, saat menghadiri rapat tahunan koperasi di Putrajaya, Malaysia, Minggu.

Anwar hadir di acara Rapat Umum Tahunan ke-10 Koperasi Profesional Putrajaya Berhad (KOPROJAYA), yang merupakan badan koperasi profesional muda di bidang pelayanan publik Malaysia.

"Saya memandang gerakan koperasi dari sudut yang lebih luas daripada sekadar keuntungan atau pembagian dividen," ujar Anwar mengawali penjelasannya dalam rapat di Putrajaya tersebut.

Dia mengatakan pada hakikatnya, koperasi mengusung gagasan besar, yakni membangun kekuatan ekonomi rakyat melalui partisipasi yang lebih luas dan pembagian manfaat yang lebih adil, dibandingkan dengan kekayaan yang hanya dimonopoli oleh segelintir pihak yang memiliki kekuatan modal dan pengaruh.

Dari hal tersebut, kata Anwar, kemudian lahir perdebatan mengenai keadilan sosial dan demokrasi sosial. Sebab demokrasi yang sejati bukan hanya soal memperebutkan kekuasaan, melainkan membuka ruang bagi rakyat untuk turut berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi dan menikmati hasil pembangunan negara.

Dia lalu menyoroti semangat yang digaungkan Bung Hatta di Indonesia dalam menjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian.

"Karena itulah Bung Hatta di Indonesia memandang koperasi sebagai sarana penting untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadialan sosial," kata Anwar.

Baca juga: Pernah Dilirik Klub Malaysia, Adam Alis Akhirnya Buka Suara soal Masa Depannya Bersama Persib Bandung

Anwar Ibrahim mengatakan Bung Hatta meyakini bahwa masa depan Indonesia yang merdeka tidak boleh dibangun di atas penguasaan kekayaan oleh kelompok tertentu, melainkan harus bertumpu pada partisipasi rakyat yang lebih luas dalam perekonomian.

MEMBACA  Tata Rahasia Terapkan Platform Freelander dan Teknologi Chery demi Mobil Premium

Dia juga menyoroti semangat tokoh India, Dr. Ambedkar yang mengingatkan bahwa demokrasi tidak memiliki makna apabila gagal membongkar sistem yang menindas dan mempertahankan kesenjangan yang memisahkan masyarakat.

Menurut Ambedkar, demokrasi yang sesungguhnya harus memberikan ruang bagi kelompok yang selama ini terpinggirkan untuk turut menikmati peluang dan kemajuan yang diraih negara.

"Prinsip yang sama telah lama tercermin dalam ajaran Islam melalui semangat ta’awun atau saling tolong-menolong dalam kebaikan," jelasnya.

Dia menekankan semangat itu mengajarkan bahwa kelompok yang lemah tidak boleh dibiarkan menghadapi tantangan sendirian. Sebaliknya, kelompok lemah harus dihimpun agar mampu berdiri lebih teguh dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik.

Halaman Selanjutnya

"Karena itu, saya memandang koperasi sebagai salah satu instrumen penting demokrasi sosial. Koperasi memperluas partisipasi, memberdayakan rakyat, dan memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya berputar di kalangan segelintir orang, melainkan dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin anggota masyarakat," ujar Anwar.

Tinggalkan komentar