Presiden Donald Trump memberikan peringatan untuk Iran di Truth Social Senin pagi, hanya 23 menit setelah blokade laut AS di pantai Iran mulai berlaku.
“Angkatan Laut Iran sudah hancur di dasar laut, benar-benar musnah—158 kapal,” tulis Trump di media sosialnya. “Yang belum kami hancurkan adalah kapal-kapal kecil mereka, yang disebut ‘kapal serang cepat’, karena kami anggap itu bukan ancaman besar.”
“Peringatan: Jika kapal-kapal itu mendekati BLOKADE kami, mereka akan langsung DILENYAPKAN, dengan sistem yang sama seperti yang kami pakai untuk menghadapi pengedar narkoba di laut,” lanjutnya.
Peringatan ini muncul setelah 21 jam negosiasi gagal dengan Iran di Islamabad, dimana kata pejabat, masalah utamanya adalah kemampuan nuklir Iran. Setelah delegasi AS pulang, Trump menuntut blokade total di pelabuhan Iran. Pemberitahuan dari CENTCOM memberi waktu kapal netral di perairan Iran sampai Senin jam 2 sore UTC untuk pergi, setelah itu kapal bisa ditahan.
Beberapa analis bilang Trump melakukan ini untuk menggertak Iran yang mengancam Selat Hormuz. Analis lain, seperti Elisabeth Braw dari Atlantic Council, lebih ragu dan bilang ini tindakan nekat karena pilihan lain sudah habis. Menurut data Kpler, dua kapal meninggalkan selat itu Senin pagi.
Harga minyak mentah AS dan Brent melonjak di atas $100 pada hari Senin. Tapi pasar saham AS tidak terlalu terpengaruh; indeks S&P tidak berubah di pagi hari. Sebuah X postingan dari reporter New York Post yang mengutip analis Iran mengatakan Iran pertimbangkan untuk hentikan pengayaan uranium untuk akhiri perang, juga bikin pasar naik sebentar.
“Trump kelihatannya percaya blokade laut akan memberikan akibat ekonomi yang sangat buruk bagi Iran sehingga pemimpinnya tidak punya pilihan selain setuju dengan syarat AS,” tulis Eric Brewer, mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional, di X Senin pagi. “Tapi justru karena itu, kita harus mengharapkan Iran akan mencoba memberikan biaya yang ekstrem juga”—termasuk serangan ke kapal berbendera asing dan serangan ke infrastruktur energi di Teluk. Iran, kata Brewer, sudah tunjukkan kemampuannya dan kesediaannya.
Memang, Iran sudah sebut blokade ini “ilegal” dan peringatkan bahwa pelabuhan di negara-negara Arab Teluk bisa dalam bahaya jika fasilitas Iran diserang. Dan pada Senin, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, yang pimpin delegasi Tehran di negosiasi Islamabad yang gagal, memberikan peringatannya sendiri dalam bahasa yang biasa dia pakai: bahasa untuk dunia keuangan tempat Trump besar.
“Nikmati saja harga tinggi sekarang. Dengan ‘blokade’ ini, nanti kamu akan rindu harga bensin $4–5,” tulis Ghalibaf di X, bersama rumus ΔO_BSOH > 0 ⇒ f(f(O)) > f(O).
Artinya: O adalah harga minyak. BSOH adalah Blokade Selat Hormuz. ΔO_BSOH > 0 artinya blokade mendorong harga naik karena pasokan berkurang. f(O) adalah efek pertama dari blokade, yaitu harga naik. Dan f(f(O)) adalah efek kedua: perusahaan asuransi mulai mundur dan perusahaan pelayaran mulai cari rute lain, menyebabkan kenaikan harga berantai. f(f(O)) > f(O) artinya efek berantai lebih buruk dari kenaikan awal; argumen Ghalibaf adalah pasar belum sadar bahwa harga tinggi sekarang cuma dasar, bisa lebih parah lagi.
Pasar minyak sepertinya setuju dengan Ghalibaf; tapi pedagang saham menganggap ini cuma gertakan.