BRIN Kembangkan Material Baru NiFe-LDH/AgPO untuk Produksi Hidrogen Bersih
Jakarta (ANTARA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan komposit NiFe-LDH/AgPO sebagai material inovatif untuk meningkatkan produksi hidrogen dan oksigen bersih melalui proses pemecahan air (water splitting).
Peneliti dari Pusat Riset Katalisis BRIN, Yusuf Mathiinul Hakim, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menjelaskan bahwa hidrogen adalah salah satu sumber energi bersih yang berperan penting dalam mendukung transisi menuju energi berkelanjutan.
"Material NiFe-LDH sudah banyak dikembangkan sebagai katalis berbasis logam transisi karena biaya produksinya yang relatif rendah dan aktivitas elektrokimianya baik," jelasnya.
Namun, Hakim mencatat bahwa keterbatasan konduktivitas masih menjadi tantangan untuk meningkatkan kinerja material tersebut dalam reaksi evolusi hidrogen.
Untuk mengatasi permasalahan ini, ia bersama timnya mengembangkan komposit berbasis heterostruktur dengan menggabungkan NiFe-LDH dengan AgPO, yang berfungsi sebagai semikonduktor pendukung.
"Pendekatan ini diharapkan dapat memodulasi struktur elektronik dan memperkuat interaksi antarfase dalam komposit, serta dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Spektroskopi Raman," ujarnya.
Dari sisi kinerja elektrokimia, Hakim mengatakan komposit NiFe-LDH/AgPO memiliki luas permukaan elektrokimia (ECSA) yang jauh lebih tinggi dibandingkan komponen tunggalnya.
Dalam pengujian Linear Sweep Voltammetry (LSV), komposit NiFe-LDH/AgPO menunjukkan overpotential terendah sebesar 156,6 mV, lebih rendah daripada NiFe-LDH murni atau AgPO saja.
Secara keseluruhan, Hakim menerangkan bahwa penelitian ini membuktikan rekayasa heterostruktur NiFe-LDH/AgPO efektif dalam meningkatkan aktivitas elektrokatalitik untuk pemecahan air.
Temuan ini membuka peluang besar bagi komposit tersebut sebagai material kandidat untuk produksi hidrogen yang lebih efisien dan berkelanjutan.
"Peningkatan ECSA ini mengindikasi bahwa pembentukan heterostruktur mampu menyediakan lebih banyak sair aktif untuk reaksi," kata Hakim.
Berita terkait: Indonesia’s BRIN turns to nuclear technology to boost food exports
Berita terkait: Indonesia offers green hydrogen projects at GHES 2026 to lure capital
Berita terkait: ESDM develops hydrogen ecosystem in Indonesia through GHES 2026
Penerjemah: Sean, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak cipta © ANTARA 2026*