Pakistan Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran yang Rapuh

Penyebaran di bawah pakta pertahanan bersama terjadi saat Islamabad menjadi tuan rumah perundingan gencatan senjata AS-Iran

Diterbitkan Pada 11 Apr 2026

Pakistan telah mendisploikan pesawat tempur ke Arab Saudi, sebuah langkah militer kasat mata pertamanya di bawah pakta pertahanan bersama antara kedua negara, bersamaan dengan digelarnya perundingan gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri pekan-pekan pertikaian regional antara AS, Israel, dan Iran.

Pesawat-pesawat tersebut—berupa campuran pesawat tempur dan pendukung—mendarat di Pangkalan Udara Raja Abdulaziz di Provinsi Timur Arab Saudi pada Sabtu, sebagaimana diumumkan Kementerian Pertahanan Saudi.

Artikel Rekomendasi

Penyebaran ini dilakukan berdasarkan perjanjian pertahanan kolektif yang ditandatangani pada September 2025, yang mewajibkan masing-masing negara untuk memperlakukan serangan terhadap pihak lain sebagai serangan terhadap dirinya sendiri.

Pakta ini ditandatangani selama kunjungan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif ke Riyadh pada September lalu, di mana ia bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Bersamaan dengan mendaratnya pesawat-pesawat tempur di kerajaan tersebut, Pakistan sedang menjadi tuan rumah negosiasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, dengan delegasi senior dari kedua belah pihak duduk satu meja dan mediator Pakistan di dalam ruangan, berupaya mengakhiri perang yang telah berlangsung berminggu-minggu.

Sejak Iran meluncurkan serangan misil dan drone terhadap target-target yang disebutnya sebagai milik AS di negara-negara Teluk, menyusul pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei oleh AS-Israel pada 28 Februari, Pakistan telah berusaha menyeimbangkan komitmennya kepada kedua sisi.

Menteri Luar Negeri Ishaq Dar menyatakan ia secara pribadi memperingatkan pimpinan Iran bahwa Islamabad terikat oleh kewajibannya kepada Riyadh di bawah perjanjian tersebut pada awal Maret.

MEMBACA  Dua Wajah Kecerdasan Buatan Hukum yang Sering Tak Disadari

Iran meminta jaminan bahwa wilayah Saudi tidak akan digunakan untuk menyerangnya, kata Dar, seraya menambahkan bahwa ia telah memperoleh jaminan-jaminan tersebut.

Namun, serangan Iran terhadap target-target di Arab Saudi terus berlanjut, termasuk pangkalan-pangkalan kunci dan sebuah gedung kedutaan AS.

Kepala Staf Angkatan Darat Field Marshal Asim Munir terbang ke Riyadh pada awal Maret untuk membahas langkah-langkah menghentikan serangan Iran di bawah kerangka pakta tersebut.

Empat hari sebelum penyebaran pesawat tempur pada Sabtu, Sharif menelepon sang putra mahkota untuk berjanji bahwa Pakistan akan berdiri “berdampingan” dengan kerajaan itu.

Kedua negara juga sepakat untuk mempercepat paket investasi Saudi yang dijanjikan untuk Pakistan senilai $5 miliar.

Lebih awal pada hari Sabtu, Menteri Keuangan Saudi Mohammed al-Jadaan telah bertemu Perdana Menteri Sharif di Islamabad bersama dengan Dar dan Munir.

Arab Saudi adalah rumah bagi sekitar 2,5 juta pekerja Pakistan yang kiriman uangnya membantu menopang perekonomian yang rapuh, dan telah berulang kali memberikan bantuan keuangan kepada Islamabad.

Imtiaz Gul, seorang analis keamanan yang berbasis di Islamabad, kepada Al Jazeera menyatakan bahwa penyebaran ini bukanlah sebuah eskalasi militer, melainkan upaya menyampaikan komitmen Pakistan kepada Iran.

“Tiga pesawat jet tidak akan banyak berpengaruh secara militer,” katanya, mengingat skala angkatan udara Arab Saudi sendiri.

“Ini adalah pesan kepada Teheran untuk bersikap fleksibel dalam perundingan ini, tetapi juga menegaskan kepada mereka bahwa Pakistan memiliki kewajiban di bawah perjanjian strategis timbal baliknya dengan Riyadh,” jelasnya.

Michael Kugelman, seorang _resident senior fellow_ untuk Asia Selatan di Atlantic Council, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa langkah Pakistan tersebut adalah “sebuah langkah berisiko”.

MEMBACA  Anjem Choudary dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena mengarahkan kelompok 'teroris' | Berita Pengadilan

“Ini adalah sinyal Pakistan kepada Iran bahwa jika Iran tidak bersedia membuat jenis konsesi yang mengarah pada kesepakatan dan konflik berlanjut serta meningkat, ada kemungkinan Pakistan dapat mendekatkan diri lebih jauh kepada Arab Saudi dan secara konsepabel mengaktifkan pakta pertahanan bersama,” ujar Kugelman.

Tinggalkan komentar